Eks Bos CIA: Trump Bersekongkol dengan Rusia dan Sekarang Putus Asa
Kamis, 16 Agustus 2018 - 23:50 WIB
Eks Bos CIA: Trump Bersekongkol dengan Rusia dan Sekarang Putus Asa
A
A
A
WASHINGTON - Mantan Direktur CIA John Brennan menyerang Presiden AS Donald Trump pasca izin keamanannya dicabut. Brennan mengatakan Trump melakukan hal itu karena ia bersekongkol dengan Rusia dalam kampanye pemilu 2016 dan sekarang putus asa untuk mengakhiri penyelidikan kasus tersebut.
Dalam sebuah opini di The New York Times, Brennan mengutip laporan pers dan propaganda Trump sendiri terhadap Rusia selama kampanye untuk menemukan email yang hilang dari calon Partai Demokrat Hillary Clinton.
Brennan menulis bahwa klaim Trump tentang tidak ada kolusi dengan Rusia adalah omong kosong. Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah apakah sejumlah persekongkolan untuk tindakan kriminal dapat disebut sebuah konspirasi.
"Trump jelas telah menjadi lebih putus asa untuk melindungi dirinya sendiri dan orang-orang yang dekat dengannya, itulah sebabnya dia membuat keputusan bermotif politik untuk mencabut izin keamanan saya dalam upaya untuk menakut-nakuti orang lain yang mungkin menantangnya," tulisnya seperti dikutip dari ABC News, Kamis (16/8/2018).
Pencabutan izin keamanan Brennan adalah tindakan retribusi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang kritikus vokal dan mempolitisasi proses izin keamanan pemerintah federal. Mantan direktur CIA dan pejabat keamanan nasional lainnya biasanya mendapatkan kelonggaran, setidaknya untuk beberapa periode, agar dapat berada di posisi untuk memberi saran kepada penerus mereka dan untuk memegang pekerjaan tertentu.
Brennan telah sangat kritis terhadap perilaku Trump, menyebut penampilannya pada konferensi pers bulan lalu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Finlandia "tidak lebih sebuah pengkhianatan."
Brennan mengatakan pada hari Rabu bahwa dia tidak mendengar dari CIA atau Kantor Direktur Intelijen Nasional bahwa izin keamanannya telah dicabut, tetapi mengetahuinya ketika Gedung Putih mengumumkannya.
Pernyataan Trump mengatakan isu Brennan menimbulkan pertanyaan lebih besar tentang praktik yang memungkinkan mantan pejabat untuk menjaga keamanan mereka, dan mengatakan bahwa pejabat lain sedang diperiksa.
Trump mengatakan dia tengah meninjau izin keamanan dari beberapa mantan pejabat intelijen dan penegak hukum lainnya, termasuk mantan Direktur FBI James Comey dan pejabat senior Departemen Kehakiman saat ini, Bruce Ohr.
Dalam sebuah opini di The New York Times, Brennan mengutip laporan pers dan propaganda Trump sendiri terhadap Rusia selama kampanye untuk menemukan email yang hilang dari calon Partai Demokrat Hillary Clinton.
Brennan menulis bahwa klaim Trump tentang tidak ada kolusi dengan Rusia adalah omong kosong. Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah apakah sejumlah persekongkolan untuk tindakan kriminal dapat disebut sebuah konspirasi.
"Trump jelas telah menjadi lebih putus asa untuk melindungi dirinya sendiri dan orang-orang yang dekat dengannya, itulah sebabnya dia membuat keputusan bermotif politik untuk mencabut izin keamanan saya dalam upaya untuk menakut-nakuti orang lain yang mungkin menantangnya," tulisnya seperti dikutip dari ABC News, Kamis (16/8/2018).
Pencabutan izin keamanan Brennan adalah tindakan retribusi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang kritikus vokal dan mempolitisasi proses izin keamanan pemerintah federal. Mantan direktur CIA dan pejabat keamanan nasional lainnya biasanya mendapatkan kelonggaran, setidaknya untuk beberapa periode, agar dapat berada di posisi untuk memberi saran kepada penerus mereka dan untuk memegang pekerjaan tertentu.
Brennan telah sangat kritis terhadap perilaku Trump, menyebut penampilannya pada konferensi pers bulan lalu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Finlandia "tidak lebih sebuah pengkhianatan."
Brennan mengatakan pada hari Rabu bahwa dia tidak mendengar dari CIA atau Kantor Direktur Intelijen Nasional bahwa izin keamanannya telah dicabut, tetapi mengetahuinya ketika Gedung Putih mengumumkannya.
Pernyataan Trump mengatakan isu Brennan menimbulkan pertanyaan lebih besar tentang praktik yang memungkinkan mantan pejabat untuk menjaga keamanan mereka, dan mengatakan bahwa pejabat lain sedang diperiksa.
Trump mengatakan dia tengah meninjau izin keamanan dari beberapa mantan pejabat intelijen dan penegak hukum lainnya, termasuk mantan Direktur FBI James Comey dan pejabat senior Departemen Kehakiman saat ini, Bruce Ohr.
(ian)