Demonstran Iran Serang Sekolah Agama

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 23:30 WIB
Demonstran Iran Serang...
Demonstran Iran Serang Sekolah Agama
A A A
TEHERAN - Aksi protes sporadis di Iran memanas jelang pemberlakukan kembali sanksi Amerika Serikat (AS). Kantor berita Iran, Fars melaporkan, demonstran Iran menyerang sebuah sekolah agama di provinsi Karaj dekat Teheran.

Aksi protes terjadi di kota-kota besar Iran seperti Isfahan, Shiraz, Mashhad dan Teheran. Aksi ini didorong oleh kekhawatiran atas ekonomi serta kemarahan yang lebih luas pada sistem politik.

"Pada jam 9 malam mereka (demonstran) menyerang sekolah dan mencoba untuk mendobrak pintu dan membakar barang-barang," lapor Fars mengutip kepala sekolah di kota Ishtehad, Hojatoleslam Hindiani.

"Mereka sekitar 500 orang dan mereka meneriakkan ganti sistem, tetapi mereka dibubarkan oleh polisi anti huru-hara dan beberapa telah ditangkap," sambung Hindiani.

"Orang-orang ini datang dengan batu dan menghancurkan semua simbol dan semua jendela rumah doa dan mereka berteriak untuk mengganti sistem pemerintahan," tukasnya seperti disitir dari AFP, Sabtu (4/8/2018).

Video yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir menunjukkan demonstran turun ke jalan-jalan beberapa kota. Mereka meneriakkan "Kematian bagi dikatator" dan slogan-slogan radikal lainnya.

Namun video ini tidak bisa diverifikasi. Pihak berwenang menuduh video tersebut disebarkan oleh kelompok oposisi asing yang didanai oleh Amerika Serikat (AS), Israel, dan Arab Saudi.

Media asing dilarang meliput atau merekam aksi protes "tidak sah".

Tetapi pemerintahan Presiden Hassan Rouhani juga menghadapi tentangan dari kaum konservatif dan pemimpin agama. Mereka menolak kedekatan Iran dengan Barat dan ingin mendongkelnya dengan isu korupsi.

Qom News yang konservatif mempublikasikan video protes di kota suci Mashhad setelah sholat Jumat, di mana seorang ulama berorasi dihadapan kerumunan massa.

"Sebagian besar perwakilan Anda tidak peduli dengan masalah rakyat. Sebagian besar memiliki dua paspor dan keluarga mereka berada di luar negeri. Pengadilan harus menemukan orang-orang ini dan menangkap mereka," kata ulama itu, memicu pekik "Allahu Akbar" dari kerumunan.

Sejauh ini, laporan media sosial menunjukkan aksi protes jauh dari kerusuhan seperti yang terjadi pada bulan Desember dan Januari. Ketika itu setidaknya 25 orang tewas dalam aksi demonstrasi yang menyebar ke puluhan desa dan kota.
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
32 menit yang lalu
Drone dan Rudal Merusak...
Drone dan Rudal Merusak Bandara Kuwait, Beberapa Orang Terluka, Penerbangan Terganggu
42 menit yang lalu
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
1 jam yang lalu
AS Ketar-ketir saat...
AS Ketar-ketir saat Mojtaba Makin Tunjukkan Kekuasaannya di Iran, Ini 4 Faktanya
1 jam yang lalu
Media Iran Tayangkan...
Media Iran Tayangkan Video Serangan terhadap Pasukan AS, Harga Minyak Bergejolak
1 jam yang lalu
Mengapa Militer AS Menyerang...
Mengapa Militer AS Menyerang Pulau Qeshm di Iran? Ini 4 Faktanya
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved