Peneliti China Dituduh Berkomplot Curi Teknologi Beras AS

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 06:23 WIB
Peneliti China Dituduh...
Peneliti China Dituduh Berkomplot Curi Teknologi Beras AS
A A A
CHICAGO - Dua peneliti pertanian dari China didakwa berupaya mencuri teknologi beras Amerika Serikat (AS) untuk digunakan dalam bidang medis. Upaya tersebut dilakukan pada tahun 2013 lalu.

Hal itu terungkap dalam persidangan yang digelar di Distrik Timur Arkansas pada Jumat waktu setempat.

"Juri Agung AS menuntut Liu Xuejun, 49, dan Sun Yue, 36 tahun, karena konspirasi untuk mencuri rahasia dagang dan konspirasi untuk melakukan transportasi antarnegara terhadap barang curian," menurut Kantor Pengacara AS untuk Distrik Timur Arkansas seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/8/2018).

Pengacara untuk Liu dan Sun tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar. Sedangkan Kedutaan Besar China di Washington juga tidak dapat segera dihubungi.

Tuduhan datang ketika AS dan China telah menampar tarif impor barang bernilai miliaran dolar dari barang satu sama lain dalam perang dagang yang meningkat. AS menuduh bahwa China mencuri rahasia perusahaan AS dan ingin menghentikannya.

"Dakwaan hari ini terhadap Liu dan Sun seharusnya tidak luput dari perhatian orang-orang yang berusaha mencuri rahasia dan teknologi perdagangan kami," kata Diane Upchurch, agen khusus yang bertanggung jawab atas kantor lapangan FBI di Little Rock, Arkansas.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pejabat penegak hukum AS telah mendesak para eksekutif dan petugas keamanan pertanian untuk meningkatkan kewaspadaan mereka dan melaporkan kegiatan mencurigakan yang melibatkan produk pertanian, dengan alasan ancaman keamanan ekonomi dan nasional yang semakin besar terhadap sektor ini.

Liu dan Sun melakukan perjalanan ke AS untuk mengunjungi pusat penelitian dan produksi beras, termasuk di Arkansas dan Kansas, kata pejabat AS. Dalam perjalanan kembali ke China, agen bea cukai AS menemukan biji beras curian di bagasi mereka.

Benih-benih tersebut direkayasa oleh perusahaan bernama Ventria Bioscience untuk mengandung protein tertentu yang dapat dikeluarkan dari beras dan digunakan dalam obat-obatan dan produk farmasi.

"Penting bahwa kekayaan intelektual ini dihormati dan dilindungi dari para pencuri agar Ventria dapat mempertahankan dirinya dan terus berkembang sebagai sebuah bisnis," kata Scott Deeter, chief executive officer Ventria, kepada Reuters melalui email.

Menurut jaksa, perjalanan para peneliti tersebut disponsori oleh dua ilmuwan pertanian lainnya dari China, Weiqiang Zhang dan Wengui Yan. Zhang dan Yan, yang bekerja di AS, sebelumnya telah divonis sehubungan dengan kasus ini dan dijatuhi hukuman penjara.

"Kami tetap waspada dalam upaya kami untuk melindungi kekayaan intelektual dan nyata dari pencurian oleh negara lain," kata Cody Hiland, Jaksa AS untuk Distrik Timur Arkansas.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
3 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved