Senator AS Rancang 'Sanksi dari Neraka' untuk Rusia

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 16:21 WIB
Senator AS Rancang Sanksi...
Senator AS Rancang 'Sanksi dari Neraka' untuk Rusia
A A A
WASHINGTON - Senator Republik dan Demokrat Amerika Serikat memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) berisi sanksi baru yang keras terhadap Rusia dan oligarki Kremlin. Saking kerasnya hukuman yang dirancang, para senator menyebutnya "sanksi dari neraka".

RUU sanksi itu merupakan upaya terbaru dari parlemen Washington untuk merespons Rusia atas tuduhan ikut campur pemilu AS dan kegiatannya di Suriah dan Ukraina.

Sanksi dalam RUU itu termasuk manargetkan transaksi utang pemerintah Rusia, proyek energi dan minyak dan impor uranium Rusia, dan sanksi baru pada tokoh politik dan oligarki Kremlin.

Langkah para senator AS itu membuat pasar Rusia bereaksi cepat, di mana nilai mata rubel merosot.

"Sanksi rezim saat ini telah gagal mencegah Rusia untuk ikut campur dalam pemilu sela 2018 mendatang," kata Senator Republik, Lindsey Graham, salah satu sponsor utama RUU itu.

Awal pekan ini, Graham mengatakan kepada wartawan bahwa dia merencanakan "sanksi dari neraka" untuk menghukum Rusia.

Kongres meloloskan undang-undang sanksi Rusia tahun lalu. Namun, beberapa anggota parlemen meremehkan apa yang mereka lihat sebagai keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menerapkannya. Trump terpaksa menandatangani undang-undang itu setelah Kongres meloloskannya dengan suara mayoritas.

Beberapa ketentuan dari RUU itu diperkenalkan pada hari Kamis waktu Washington. "RUU ini adalah langkah berikutnya dalam mengencangkan sekrup terhadap Kremlin dan akan membawa kutukan penuh dari Kongres Amerika Serikat sehingga Putin akhirnya memahami bahwa AS tidak akan mentoleransi perilakunya lagi," kata Senator Demokrat, Bob Menendez, seperti dikutip Reuters, Jumat (3/8/2018).

Partai Republik dan Demokrat bersatu bulan lalu dalam menyangkal kegagalan Trump untuk secara terbuka mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Helsinki. Padahal, kedua partai ingin Trump bersikap keras pada Putin terkait tuduhan Rusia ikut campur dalam pemilu AS tahun 2016.

Pemerintah Rusia belum merespons langkah para senator AS yang sedang merancang sanksi keras terhadap Rusia dan Putin.
(mas)
Berita Terkait
Dibela Vladimir Putin,...
Dibela Vladimir Putin, Begini Reaksi Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Trump Klaim Rusia Danai...
Trump Klaim Rusia Danai Biden, Putin: No Comment
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
7 Orang Terdekat Vladimir...
7 Orang Terdekat Vladimir Putin yang Diblokir Amerika Serikat
10 Alasan Amerika Serikat...
10 Alasan Amerika Serikat Tawarkan Perjanjian Gencatan Senjata ke Rusia dan Ukraina
Berita Terkini
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
45 menit yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
1 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
1 jam yang lalu
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
3 jam yang lalu
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
3 jam yang lalu
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved