Taliban Mengaku Adakan Pembicaraan dengan Pejabat AS
Sabtu, 28 Juli 2018 - 13:56 WIB
Taliban Mengaku Adakan Pembicaraan dengan Pejabat AS
A
A
A
ISLAMABAD - Seorang pejabat senior Taliban mengatakan kelompok gerilyawan itu telah mengadakan pembicaraan langsung dengan seorang pejabat Amerika Serikat (AS). Pembicaraan itu adalah diskusi awal tentang rencana masa depan untuk perundingan damai.
"Pertemuan minggu ini dengan Alice Wells, diplomat tinggi AS untuk Asia Selatan, adalah upaya untuk memulai pembicaraan untuk mengakhiri keterlibatan militer terlama Washington," seorang pejabat senior Taliban mengatakan kepada The Associated Press yang dikutip ABC News, Sabtu (28/7/2018).
Para pejabat AS seniri tidak mengkonfirmasi atau menyangkal telah terjadi pertemuan dengan kelompok Taliban.
Taliban telah lama menuntut pembicaraan langsung dengan Washington.
"Diskusi itu adalah awal, awal dan keduanya membahas pertemuan dan kontak di masa depan," kata pejabat itu dengan syarat tidak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.
Tidak jelas kapan pertemuan berikutnya akan diadakan atau dengan siapa, tapi dia yakin akan segera diadakan.
Sebelumnya, sepekan lalu, kalim yang sama juga diungkapkan oleh tiga komandan Taliban. Pembicaraan dengan para pejabat AS itu terjadi di Afghanistan, Qatar, Uni Emirat Arab.
Baca: Taliban Afghanistan Klaim Lakukan Pembicaraan dengan AS
Taliban mengandalkan jaringan mantan komandan dan pemimpin politik sebagai lawan bicara dan negosiator. Beberapa diantaranya pernah dipenjara oleh AS atau Afghanistan dan tidak lagi berperan aktif. Mereka sekarang tinggal di seluruh wilayah dan bekerja di ladang seperti pasar madu internasional dan perdagangan karpet.
"Pertemuan minggu ini dengan Alice Wells, diplomat tinggi AS untuk Asia Selatan, adalah upaya untuk memulai pembicaraan untuk mengakhiri keterlibatan militer terlama Washington," seorang pejabat senior Taliban mengatakan kepada The Associated Press yang dikutip ABC News, Sabtu (28/7/2018).
Para pejabat AS seniri tidak mengkonfirmasi atau menyangkal telah terjadi pertemuan dengan kelompok Taliban.
Taliban telah lama menuntut pembicaraan langsung dengan Washington.
"Diskusi itu adalah awal, awal dan keduanya membahas pertemuan dan kontak di masa depan," kata pejabat itu dengan syarat tidak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.
Tidak jelas kapan pertemuan berikutnya akan diadakan atau dengan siapa, tapi dia yakin akan segera diadakan.
Sebelumnya, sepekan lalu, kalim yang sama juga diungkapkan oleh tiga komandan Taliban. Pembicaraan dengan para pejabat AS itu terjadi di Afghanistan, Qatar, Uni Emirat Arab.
Baca: Taliban Afghanistan Klaim Lakukan Pembicaraan dengan AS
Taliban mengandalkan jaringan mantan komandan dan pemimpin politik sebagai lawan bicara dan negosiator. Beberapa diantaranya pernah dipenjara oleh AS atau Afghanistan dan tidak lagi berperan aktif. Mereka sekarang tinggal di seluruh wilayah dan bekerja di ladang seperti pasar madu internasional dan perdagangan karpet.
(ian)