Korut Kembalikan Jasad Tentara AS, Trump: Terima Kasih Kim Jong-un
Jum'at, 27 Juli 2018 - 13:35 WIB
Korut Kembalikan Jasad Tentara AS, Trump: Terima Kasih Kim Jong-un
A
A
A
WASHINGTON - Sebuah pesawat pengangkut militer Amerika Serikat (AS) mendarat di Korea Selatan (Korsel) membawa apa yang diyakini sebagai jasad 55 personel militer AS yang tewas dalam Perang Korea. Presiden AS, Donald Trump, pun mengucapkan terima kasih kepada pemimpin Korut Kim Jong-un.
Pesawat C-17 Globemaster telah meninggalkan pangkalan Osan, sekitar 50 mil selatan Seoul, sebelum jam 6 pagi dan terbang ke Bandara Kalma, di luar kota Wonsan Korut, untuk menjemput jasad tentara AS.
Para pejabat AS menolak untuk mengkonfirmasi jumlah pasti dari jasad yang diserahkan. Namun kantor berita Yonhap melaporkan bahwa sekitar 55 jasad telah dikembalikan dalam kotak kayu.
Trump mengatakan kesemua jasad itu akan segera dalam perjalanan pulang.
"Setelah bertahun-tahun, ini akan menjadi momen yang luar biasa bagi banyak keluarga," kata Trump dalam postingannya di Twitter.
"Terima kasih kepada Kim Jong-un," imbuh Trump seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (27/7/2018).
Pihak Gedung Putih pun mengeluarkan pernyataan terkait hal ini.
"Tindakan hari ini merupakan langkah pertama yang signifikan untuk memulai kembali pemulangan jasad dari Korea Utara dan melanjutkan operasi lapangan di Korea Utara untuk mencari sekitar 5.300 orang Amerika yang belum pulang," kata Gedung Putih
Jumlah tersebut kurang dari laporan sebelumnya. Kim Jong-un meyakinkan Presiden Donald Trump bahwa ia bersedia mengembalikan lebih dari 200 jasad tentara AS ketika keduanya bertemu di Singapura pada awal Juni lalu.
Pesawat angkut Angkatan Udara AS diapit oleh dua jet tempur saat menyelesaikan penerbangannya kembali ke pangkalan Osan, di mana jasad itu diserahkan kepada perwakilan dari Badan Pimpinan Pertahanan (Tahanan Perang) / MIA (Hilang dalam Tugas). Pejabat organisasi akan melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad sebelum upacara pemulangan resmi diadakan pada hari Rabu mendatang.
Jasad itu kemudian akan diterbangkan ke laboratorium forensik di Hawaii untuk menjalani tes dalam upaya untuk diidentifikasi.
Pemulangan jenazah itu bertepatan dengan ulang tahun ke-65 penandatanganan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea.
Korut menggunakan kesempatan ini untuk mengulangi tuntutannya bahwa AS dan negara-negara lain yang membentuk Komando PBB menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri konflik secara formal.
Pesawat C-17 Globemaster telah meninggalkan pangkalan Osan, sekitar 50 mil selatan Seoul, sebelum jam 6 pagi dan terbang ke Bandara Kalma, di luar kota Wonsan Korut, untuk menjemput jasad tentara AS.
Para pejabat AS menolak untuk mengkonfirmasi jumlah pasti dari jasad yang diserahkan. Namun kantor berita Yonhap melaporkan bahwa sekitar 55 jasad telah dikembalikan dalam kotak kayu.
Trump mengatakan kesemua jasad itu akan segera dalam perjalanan pulang.
"Setelah bertahun-tahun, ini akan menjadi momen yang luar biasa bagi banyak keluarga," kata Trump dalam postingannya di Twitter.
"Terima kasih kepada Kim Jong-un," imbuh Trump seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (27/7/2018).
Pihak Gedung Putih pun mengeluarkan pernyataan terkait hal ini.
"Tindakan hari ini merupakan langkah pertama yang signifikan untuk memulai kembali pemulangan jasad dari Korea Utara dan melanjutkan operasi lapangan di Korea Utara untuk mencari sekitar 5.300 orang Amerika yang belum pulang," kata Gedung Putih
Jumlah tersebut kurang dari laporan sebelumnya. Kim Jong-un meyakinkan Presiden Donald Trump bahwa ia bersedia mengembalikan lebih dari 200 jasad tentara AS ketika keduanya bertemu di Singapura pada awal Juni lalu.
Pesawat angkut Angkatan Udara AS diapit oleh dua jet tempur saat menyelesaikan penerbangannya kembali ke pangkalan Osan, di mana jasad itu diserahkan kepada perwakilan dari Badan Pimpinan Pertahanan (Tahanan Perang) / MIA (Hilang dalam Tugas). Pejabat organisasi akan melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad sebelum upacara pemulangan resmi diadakan pada hari Rabu mendatang.
Jasad itu kemudian akan diterbangkan ke laboratorium forensik di Hawaii untuk menjalani tes dalam upaya untuk diidentifikasi.
Pemulangan jenazah itu bertepatan dengan ulang tahun ke-65 penandatanganan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea.
Korut menggunakan kesempatan ini untuk mengulangi tuntutannya bahwa AS dan negara-negara lain yang membentuk Komando PBB menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri konflik secara formal.
(ian)