Israel Tolak Proposal Rusia Soal Pasukan Iran di Suriah
Selasa, 24 Juli 2018 - 19:52 WIB
Israel Tolak Proposal Rusia Soal Pasukan Iran di Suriah
A
A
A
TEL AVIV - Israel dilaporkan telah menolak proposal Rusia mengenai kehadiran pasukan Iran di Suriah. Rusia meminta Israel membiarkan pasukan Iran dan mereka yang didudkung Iran beroperasi di jarak 100 kilometer dari garis gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan.
Usulan itu dibuat selama pembicaraan Perdana Menteri, Israel Benjamin Netanyahu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dan Kepala Staf Militer Rusia, Valery Vasilyevich Gerasimov di Yerusalem, kemarin.
"Orang-orang Rusia berbicara tentang (zona penyangga 100-km) dan berkomitmen untuk itu, tetapi kami mengatakan ada juga senjata jarak jauh di luar zona ini, dan semua kekuatan itu harus meninggalkan Suriah," kata seorang pejabat Israel yang berbicara dalam kondisi anonimitas.
Pejabat itu, bagaimanapun, menyatakan tawaran Rusia untuk menciptakan zona penyangga 100-km, di mana baik pasukan Iran maupun milisi pro-Teheran akan hadir, adalah langkah pertama ke arah yang benar.
"Israel menuntut semua rudal jarak jauh untuk dipindahkan dari Suriah dan setiap pabrik yang memproduksi peluru kendali presisi di sana harus ditutup," katanya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (24/7).
"Selain itu, kami telah meminta Moskow untuk menjamin bahwa semua sistem pertahanan udara akan dibawa keluar dari Suriah," sambungnya.
Pejabat Israel itu kemudian mengatakan Tel Aviv juga meminta penutupan penyeberangan perbatasan antara Suriah dan Lebanon dan Irak untuk mencegah senjata Iran diselundupkan ke Suriah. "Kami akan terus beroperasi melawan kehadiran Iran di tanah Suriah," tukasnya.
Usulan itu dibuat selama pembicaraan Perdana Menteri, Israel Benjamin Netanyahu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dan Kepala Staf Militer Rusia, Valery Vasilyevich Gerasimov di Yerusalem, kemarin.
"Orang-orang Rusia berbicara tentang (zona penyangga 100-km) dan berkomitmen untuk itu, tetapi kami mengatakan ada juga senjata jarak jauh di luar zona ini, dan semua kekuatan itu harus meninggalkan Suriah," kata seorang pejabat Israel yang berbicara dalam kondisi anonimitas.
Pejabat itu, bagaimanapun, menyatakan tawaran Rusia untuk menciptakan zona penyangga 100-km, di mana baik pasukan Iran maupun milisi pro-Teheran akan hadir, adalah langkah pertama ke arah yang benar.
"Israel menuntut semua rudal jarak jauh untuk dipindahkan dari Suriah dan setiap pabrik yang memproduksi peluru kendali presisi di sana harus ditutup," katanya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (24/7).
"Selain itu, kami telah meminta Moskow untuk menjamin bahwa semua sistem pertahanan udara akan dibawa keluar dari Suriah," sambungnya.
Pejabat Israel itu kemudian mengatakan Tel Aviv juga meminta penutupan penyeberangan perbatasan antara Suriah dan Lebanon dan Irak untuk mencegah senjata Iran diselundupkan ke Suriah. "Kami akan terus beroperasi melawan kehadiran Iran di tanah Suriah," tukasnya.
(esn)