Rouhani pada Trump: Jangan Bermain-main dengan Singa

Minggu, 22 Juli 2018 - 16:06 WIB
Rouhani pada Trump:...
Rouhani pada Trump: Jangan Bermain-main dengan Singa
A A A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk tidak macam-macam dengan Iran. Rouhani menyebut, Trump akan menyesal jika mencoba mempermainkan Iran.

"Kepada Trump, jangan bermain dengan ekor singa, ini hanya akan menyebabkan penyesalan," kata Rouhani dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (22/7).

Rouhani kemudian menyatakan, berdamai dengan Iran akan menjadi keuntungan terbesar AS di kawasan. Namun, jika memutuskan berperang, maka perang itu akan menjadi perang terbesar AS di kawasan.

"AS harusnya tahu, perdamaian dengan Iran akan menjadi ibu dari semua perdamaian dan perang dengan Iran akan menjadi ibu dari segela perang yang pernah dilakukan AS," ungkap Rouhani, dengan menambahkan pilihan apapun yang akan diambil Washingtin akan krusial bagi posisi AS di kawasan.

Pernyataan Rouhani ini sendiri dilontarkan hanya satu hari setelah pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mendukung ide untuk menutup selat Hormutz, jika AS dan negara Teluk memutuskan untuk menghambat ekspor minyak.

Terkait dengan Khamenei, pemimpin Iran itu juga menyatakan bahwa berunding dengan AS tidak berguna sementara negosiasi dengan Eropa harus dilanjutkan.

Khamenei mengatakan bahwa sikap oposisi Washington terhadap kemampuan nuklir Iran dan perannya di kawasan itu berakar dari permusuhan dengan elemen-elemen otoritas sistem Islam. Amerika ingin kembali ke posisi mereka di Iran sebelum Revolusi Islam pada 1979 ketika mantan pemimpin Iran, Shah, adalah sekutu penting AS. AS tidak akan puas dengan apa pun yang kurang.

Khamenei mengatakan, adalah kesalahan mencolok untuk percaya bahwa bernegosiasi dengan AS akan membantu Iran menyelesaikan masalah-masalahnya.

"Ada banyak negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin yang memiliki hubungan dengan AS tetapi masih menderita masalah," kata Khamenei, menambahkan AS memiliki masalah mendasar dengan sifat pendirian Iran.

Dengan Eropa, pembicaraan harus terus menjamin kepentingan Iran di bawah kesepakatan nuklir 2015 yang ingin dipertahankan oleh blok tersebut meskipun Washington menarik diri pada bulan Mei.

"Negosiasi dengan Eropa tidak boleh diputus, tetapi kita tidak perlu menunggu terlalu lama untuk paket Eropa dan sebagai gantinya, kita harus melakukan banyak pekerjaan di dalam negeri," ujar Khamenei.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
24 menit yang lalu
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
1 jam yang lalu
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
2 jam yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
2 jam yang lalu
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved