Miliarder Ini di Balik Pembantaian Paus Langka di Islandia

Sabtu, 21 Juli 2018 - 12:05 WIB
Miliarder Ini di Balik...
Miliarder Ini di Balik Pembantaian Paus Langka di Islandia
A A A
REYKJAVIK - Beberapa ekor ikan paus biru dan paus sirip langka dibantai di sebuah pelabuhan di utara kota Reykjavik, Islandia, baru-baru ini. Pembantaian yang memicu kemarahan masyarakat internasional itu dilakukan orang-orang yang bekerja untuk miliarder Kristjan Loftsson.

Loftsson sudah dikenal sebagai tokoh perburuan paus di negara kecil tersebut.

Ikan-ikan raksasa langka yang dibantai itu ditangkap di perairan internasional di dekat Islandia. Satwa yang sejatinya tidak membuat kerusakan pada makhluk lain itu, salah satunya memiliki panjang 67 kaki.

Para pekerja Loftsson dilaporkan menembakkan harpun dari meriam 90mm state-of-the-art. Harpun itu menembus daging ikan paus yang dalam.

Setelah tak berdaya, ikan-ikan raksasa itu diseret ke sebuah pelabuhan di utara Reykjavik dan diikat ke sisi kapal penangkapan ikan paus. Setelah itu, mutilasi dagingnya itu dimulai.

Setiap paus yang tertangkap oleh tim Loftsson dikuliti. Tubuhnya lantas dimasukkan ke dalam gergaji mekanik besar untuk dijadikan lembaran daging raksasa.

Blubber, tulang dan usus paus dibiarkan membusuk di dermaga.

Sebuah rekaman pengolahan daging satwa langka yang diambil minggu berikutnya oleh aktivis menunjukkan Loftsson mengawasi prosesnya.

Meskipun menyebabkan kemarahan masyarakat internasional, termasuk di negara asalnya; Islandia, sang miliarder tak peduli.

Loftsson pertama kali pergi berburu ikan paus saat berusia 13 tahun bersama ayahnya. Dia telah bersumpah untuk memburu lebih dari 150 paus selama musim panas setelah istirahat dua tahun yang disebabkan oleh kondisi perdagangan yang buruk.

Selama beberapa bulan ke depan, kapal milik perusahaannya, Hvalur, akan berpatroli di perairan internasional untuk mencapai target tersebut.

Lebih dari 8.800 ton daging dan lemak ikan paus dikirim ke Jepang dalam satu dekade terakhir. Padahal, ada larangan perdagangan internasional terhadap daging ikan paus di bawah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah.

Namun Loftsson menolak tunduk pada kecaman internasional.

Dia adalah salah satu orang terkaya di Islandia, setelah menjual sebagian dari perusahaannya seharga 150 juta poundsterling awal tahun ini.

Para konservasionis menyerukan untuk segera mengakhiri perburuan paus komersial di Islandia, setelah Lembaga Penelitian Kelautan Islandia melakukan analisis genetika dan menegaskan bahwa hewan itu adalah keturunan ikan paus biru betina dan jantan.

Paus biru telah dilindungi oleh hukum internasional sejak tahun 1966.

Sigursteinn Masson, yang mewakili International Fund for Animal Welfare (IFAW) di Islandia, mengatakan; “Pembunuhan hibrida paus biru-sirip menunjukkan kesulitan bagi pemburu paus di laut untuk mengidentifikasi spesies yang mereka kejar."

“Hasilnya adalah bahwa spesies langka dan dilindungi telah menderita ketika kerusakan tambahan akibat perburuan yang kejam, yang tidak perlu dan semakin tidak populer," ujarnya.

“Sekarang setelah bukti-bukti telah dikonfirmasi, kami sekali lagi menyerukan untuk mengakhiri segera dan permanen penangkapan ikan paus ini untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap spesies yang terancam punah ini, yang tidak hanya memainkan peran penting dalam ekosistem laut, tetapi juga mewujudkan wilayah nasional yang kaya dan warisan budaya juga," imbuh dia, dikutip Mirror, Sabtu (21/7/2018).
(mas)
Berita Terkait
Setelah Menarget Greenland,...
Setelah Menarget Greenland, Negara Mana yang Dibidik Trump?
5 Negara Terbaik untuk...
5 Negara Terbaik untuk Melihat Fenomena Aurora
Viral Video Drone Perlihatkan...
Viral Video Drone Perlihatkan Jalanan Islandia Hilang Ditelan Muntahan Lava
11 Fakta Menarik Islandia...
11 Fakta Menarik Islandia yang Disebut Akan Jadi Negara Bagian AS ke-52
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
7 Negara dengan Kekuatan...
7 Negara dengan Kekuatan Militer Paling Lemah, Salah Satunya Tak Punya Tentara
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
29 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved