Rusia: Jerman Bukan Sandera, Kami Saling Membutuhkan

Kamis, 12 Juli 2018 - 18:35 WIB
Rusia: Jerman Bukan...
Rusia: Jerman Bukan Sandera, Kami Saling Membutuhkan
A A A
MOSKOW - Rusia membantah tudingan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bahwa Rusia telah menyandera Jerman, dengan memanfaatkan ketergantungan Berlin terhadap gas Moskow. Rusia menegaskan, Moskow dan Berlin adalah dua mitra yang saling membutuhkan.

"Mengenai ketergantungan Jerman (pada Rusia) sebagai pembeli gas utama, kami tidak bisa setuju dengan premis ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (12/7).

"Pasokan gas pipa tidak menyebabkan ketergantungan satu negara pada negara lain, tetapi untuk melengkapi saling ketergantungan. Itu adalah jaminan stabilitas dan pembangunan masa depan," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengecam kritik Trump atas penjualan gas alam cair Rusia ke Berlin. Dia mengatakan, Jerman bukan sandera dari Rusia atau AS. "Kami bukan sandera, baik dari Rusia maupun AS. Kami adalah salah satu penjamin dunia bebas dan yang akan tetap seperti itu," kicau Maas.

Pernyataan Trump terkait Jerman didasari oleh keputusan negara tersebut menyetujui pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2 dari Rusia ke Eropa.

Jerman memang telah menolak tekanan AS untuk memblokir Nord Stream 2, yang dijadwalkan akan selesai pada 2019. Proyek ini merupakan perluasan dari pipa saluran gas alam Nord Stream yang dibuka pada 2011.

Saluran pipa telah menjadi sumber pertikaian antara AS dan sejumlah negara Eropa. Pertkaian ini telah menjepit negara-negara kecil di Eropa Timur, seperti Polandia, Ukraina, dan Lithuania.

Jalur itu diperluas dengan tujuan untuk memastikan pasokan gas Rusia ke Eropa tengah dan barat. Ini termasuk pipa gas alam sepanjang 1.222 km yang mengalir di dasar Laut Baltik dari ladang gas Rusia ke Jerman. Jalur ini akan menggandakan kapasitas Nord Stream yang saat ini sebesar 55 miliar meter kubik dan diharapkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun depan.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
5 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
6 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
7 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
8 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
9 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
10 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved