Yordania Kembali Mediasi Perudingan Damai Pemberontak Suriah dengan Rusia
Jum'at, 06 Juli 2018 - 01:11 WIB
Yordania Kembali Mediasi Perudingan Damai Pemberontak Suriah dengan Rusia
A
A
A
AMMAN - Yordania kembali membawa negosiator pemberontak Suriah dan Rusia kembali ke meja perundingan untuk membahas kesepakatan akhir mengakhiri pertempuran dan memulihkan kontrol Suriah atas provinsi Deraa. Hal itu dikatakan oleh seorang juru bicara oposisi Suriah.
Ibrahim al Jabawi mengatakan kedua pihak diperkirakan akan mengadakan pembicaraan malam ini di kota selatan Busra al Sham. Empat putaran pembicaraan telah diadakan di sana sejak Sabtu, tanpa mencapai kesepakatan.
Para pejabat pemberontak mengatakan perbedaan utama termasuk apakah pemberontak menyerahkan senjata mereka dalam sekali jalan atau secara bertahap, sebelum menyerahkan daerah mereka untuk kontrol negara di bawah pengawasan polisi militer Rusia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/7/2018).
Yordania telah memainkan peran utama di belakang layar dalam membujuk pemberontak Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh negara dan kekuatan Barat, untuk mencapai kesepakatan dengan Rusia yang dapat menyelamatkan Suriah selatan dari lebih banyak pertumpahan darah dan kehancuran.
Puluhan ribu warga Suriah telah melarikan diri dari pertempuran di wilayah itu menuju perbatasan Yordania.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengadakan pembicaraan pada hari Rabu di Moskow, di mana dia memperingatkan krisis kemanusiaan yang mengancam akan terjadi di perbatasan dan mengatakan gencatan senjata sangat dibutuhkan.
Pada hari Kamis, jet-jet tempur Rusia menghantam daerah yang dekat dengan perbatasan Yordania. Pertempuran besar berkecamuk di sebuah pangkalan udara di pinggiran kota Deraa, hanya beberapa kilometer dari kota utara Ramtha di Yordania, kata penduduk dan diplomat.
Ibrahim al Jabawi mengatakan kedua pihak diperkirakan akan mengadakan pembicaraan malam ini di kota selatan Busra al Sham. Empat putaran pembicaraan telah diadakan di sana sejak Sabtu, tanpa mencapai kesepakatan.
Para pejabat pemberontak mengatakan perbedaan utama termasuk apakah pemberontak menyerahkan senjata mereka dalam sekali jalan atau secara bertahap, sebelum menyerahkan daerah mereka untuk kontrol negara di bawah pengawasan polisi militer Rusia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/7/2018).
Yordania telah memainkan peran utama di belakang layar dalam membujuk pemberontak Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh negara dan kekuatan Barat, untuk mencapai kesepakatan dengan Rusia yang dapat menyelamatkan Suriah selatan dari lebih banyak pertumpahan darah dan kehancuran.
Puluhan ribu warga Suriah telah melarikan diri dari pertempuran di wilayah itu menuju perbatasan Yordania.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengadakan pembicaraan pada hari Rabu di Moskow, di mana dia memperingatkan krisis kemanusiaan yang mengancam akan terjadi di perbatasan dan mengatakan gencatan senjata sangat dibutuhkan.
Pada hari Kamis, jet-jet tempur Rusia menghantam daerah yang dekat dengan perbatasan Yordania. Pertempuran besar berkecamuk di sebuah pangkalan udara di pinggiran kota Deraa, hanya beberapa kilometer dari kota utara Ramtha di Yordania, kata penduduk dan diplomat.
(ian)