Deklarasi Kemerdekaan AS yang Langka Ditemukan di Arsip Inggris

Kamis, 05 Juli 2018 - 00:14 WIB
Deklarasi Kemerdekaan...
Deklarasi Kemerdekaan AS yang Langka Ditemukan di Arsip Inggris
A A A
LONDON - Sebuah salinan perkamen langka dari Deklarasi Kemerdekaan Amerika telah ditemukan di sebuah arsip Inggris di antara kertas-kertas seorang bangsawan yang mendukung para pemberontak.

Naskah itu ditemukan di West Sussex Record Office di kota Chichester, Inggris selatan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh dua akademisi Harvard University.

Akademisi Harvard Emily Sneff dan Danielle Allen melakukan penelitian ini bersama dengan Kantor Catatan West Sussex, British Library, Library of Congress, dan University of York.

Hasil tes mendukung hipotesis jika perkamen itu diproduksi pada 1780-an, West Sussex County Council mengatakan awal pekan ini - hanya beberapa tahun setelah deklarasi itu sendiri dikeluarkan pada 1776.

"Dokumen tersebut adalah satu-satunya salinan naskah kontemporer Deklarasi Kemerdekaan pada perkamen terpisah dari salinan yang ditandatangani di Arsip Nasional di Washington DC, yang dikenal sebagai Deklarasi Matlack," sebuah pernyataan dewan kota mengatakan awal pekan ini seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/7/2018).

Ada salinan cetakan perkamen dan salinan tulisan tangan di atas kertas, tetapi Deklarasi Sussex, sebagaimana deklarasi itu disebut, dan Deklarasi Matlack di Washington adalah satu-satunya salinan perkamen yang berhubungan yang diketahui.

"Pencitraan multi-spektral dari dokumen mengungkapkan tanggal di bawah penghapusan pada dokumen yang berbunyi 4 Juli 178 atau 4 Juli 179," kata para peneliti.

Digit keempat untuk tahun ini mungkin telah dihapus secara permanen.

The Harvard Gazette mengatakan petugas yang menyusun dokumen itu tidak berpengalaman karena tanggal ditulis dengan sedikit miring ke bawah dan tahun pembuatan dokumen itu digunakan daripada tahun di mana deklarasi itu diberlakukan.

Diadopsi pada 4 Juli 1776, deklarasi itu menyatakan bahwa 13 koloni Amerika yang kemudian berperang dengan Inggris akan menganggap diri mereka sebagai negara berdaulat yang independen tidak lagi di bawah kekuasaan Inggris.

4 Juli sendiri dirayakan sebagai Hari Kemerdekaan di Amerika Serikat.

Para peneliti mengatakan analisis fluoresensi X-ray terhadap dokumen ditemukan kandungan besi yang tinggi di lubang di sudut perkamen, menunjukkan dokumen itu kemungkinan menggunakan paku untuk menggantungnya.

Tes DNA juga mengungkapkan perkamen tersebut terbuat dari kulit domba.

Perkamen itu diyakini berasal dari Charles Lennox, keturuan Ketiga dari Duke Richmond, seorang perwira militer dan politikus yang dikenal sebagai "Bangsawan Radikal" atas dukungannya terhadap kolonis Amerika selama Revolusi.

The Harvard Gazette mengatakan fitur yang paling menarik dari dokumen itu adalah daftar penandatangan.

"Berbeda dengan semua versi deklarasi abad ke-18 lainnya, pada perkamen ini daftar penandatangan tidak dikelompokkan berdasarkan negara," tulis The Harvard Gazette.

"Tim berhipotesis bahwa detail ini mendukung upaya ... untuk menyatakan bahwa otoritas deklarasi bertumpu pada kesatuan rakyat nasional, dan bukan pada federasi negara," katanya lagi.
(ian)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Cedera, Harry Kane Terancam...
Cedera, Harry Kane Terancam Absen Bela Inggris Lawan Amerika Serikat
Berita Terkini
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
1 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
1 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
2 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
3 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
5 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved