Teror Pembunuhan Misterius Picu Ketakutan di Kamp Pengungsi Rohingya

Rabu, 04 Juli 2018 - 23:09 WIB
Teror Pembunuhan Misterius...
Teror Pembunuhan Misterius Picu Ketakutan di Kamp Pengungsi Rohingya
A A A
COXS BAZAR - Serangkaian pembunuhan misterius memicu ketakutan para pengungsi Rohingya yang berada di kamp pengungsi di Bangladesh. Pihak Bangladesh pun mengerahkan ribuan polisi ke kamp-kamp pengungsi tersebut.

Sejak Agustus tercatat 19 orang telah tewas, beberapa diantaranya adalah tokoh masyarakat. Polisi telah melakukan sejumlah penangkapan sehubungan dengan beberapa pembunuhan, tetapi mengatakan bahwa motifnya seringkali tidak jelas.

Aksi pembunuhan itu dilakukan setelah gelap dan sering dilakukan berkelompok menggunakan pistol, pisau dan tongkat. Aksi pembunuhan itu telah menimbulkan kepanikan di kamp-kamp pengungsi yang dijaga oleh tentara Bangladesh pada siang hari, namun pada malam hari di jaga oleh sedikit petugas polisi.

Inspektur polisi Cox's Bazar, A.K.M Iqbal Hossain mengatakan telah membentuk pasukan khusus berjumlah 2.400 personil untuk menjaga para pengungsi.

Seorang perwira senior kedua, Inspektur Afrujul Haque Tutul, mengatakan jumlah polisi sudah meningkat.

"Kami memiliki 1.000 petugas polisi sekarang untuk satu juta orang, jadi Anda bisa bayangkan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/7/2018).

Menurut Tutul polisi telah menangkap sekitar 300 orang Rohingya dalam berbagai kasus yang melibatkan pembunuhan, perampokan, dan penculikan di kamp-kamp itu sejak gelombang pengungsi pada Agustus lalu.

Aksi pembunuhan terakhir menimpa seorang pria bernama Arifullah (35). Pembunuhan ini terjadi bulan lalu di jalan yang sibuk di luar kamp Balukhali, di mana ia ditunjuk sebagai pemimpin ribuan pengungsi.

Polisi mengatakan sekelompok pria mengelilinginya pada 18 Juni malam, menikamnya setidaknya 25 kali hingga membentuk kolam darah. Kerumunan pengungsi berkumpul di lokasi keesokan harinya.

Polisi mengatakan tiga pria Rohingya telah ditangkap atas pembunuhan Arifullah.

Istri korban mengatakan Arifullah adalah seorang kritikus kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), kelompok militan yang aksi penyerangannya terhadap pos keamanan memicu tindakan represif militer Myanmar. ARSA menyatakan mereka memperjuangkan hak-hak kaum Rohingya.

Polisi mengatakan penyelidikan atas pembunuhan itu sedang berlangsung dan mereka tidak menemukan kaitan dengan ARSA. Menurut Tutul penyelidikan polisi terhambat karena para pengungsi takut untuk menyebut nama tersangka.

Ia mengatakan, informasi intelijen yang diterima sejauh ini mengisyaratkan beberapa pembunuhan adalah karena sengketa pribadi yang dibawa para pengungsi dari Myanmar.

Sedangkan seorang juru bicara ARSA mengatakan kelompok-kelompok bersenjata lain bertanggung jawab atas "kegiatan" di kamp-kamp pengungsi dan menggunakan nama kelompok itu untuk memfitnah citra ARSA.

Kelompok itu mengatakan tidak menyerang warga sipil dan tidak akan pernah melakukan pembunuhan di kamp-kamp karena mereka berterima kasih atas kemurahan hati Bangladesh dalam melindungi para pengungsi.

Para pemimpin kamp di Balukhali dan Taingkhali mengatakan tentara telah menunjuk relawan Rohingya untuk berjaga-jaga di malam hari, tetapi sebagian besar telah berhenti bekerja karena mereka tidak dibayar.

Para pejabat asing mengatakan keamanan di dalam kamp-kamp yang padat itu memicu kekhawatiran.

"Apa yang saya dengar dari rekan-rekan saya jelas merupakan masalah besar," kata Peter Maurer, ketua Komite Internasional Palang Merah, pada kunjungan ke kamp-kamp pengungsi pada hari Minggu lalu.

"Jelas itu adalah tantangan besar ketika Anda memiliki jumlah besar, kondisi yang buruk, lokasi yang sempit," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Kebakaran Besar Hancurkan...
Kebakaran Besar Hancurkan Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Pejabat Bangladesh Selidiki...
Pejabat Bangladesh Selidiki Penyebab Kebakaran di Kamp Rohingya
15 Orang Tewas dan 400...
15 Orang Tewas dan 400 Orang Hilang dalam Kebakaran Kamp Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Berita Terkini
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
2 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
6 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
7 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
8 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved