Miliuner Rusia Terpilih Jadi Pemimpin Negara Luar Angkasa Asgardia

Selasa, 26 Juni 2018 - 16:07 WIB
Miliuner Rusia Terpilih...
Miliuner Rusia Terpilih Jadi Pemimpin Negara Luar Angkasa Asgardia
A A A
WINA - Seorang miliarder Rusia telah dipilih sebagai pemimpin negara luar angkasa Asgardia. Pemilihan itu dilakukan dalam sebuah upacara mewah di sebuah kastil di Austria.

Acara yang diadakan di istana Hofburg yang mewah di Wina itu diwarnai dengan pertunjukan paduan suara dari lagu kebangsaan Asgardia, sumpah resmi, dan pesan video dari kosmonot Rusia Oleg Artemiev di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dalam acara itu, sekitar 200 peserta mendapuk ilmuwan Rusia dan pengusaha Igor Ashurbeyli sebagai kepala negara pertama Asgardia. Ashurbeyli adalah sosok yang mendorong dibalik konsep negara luar angkasa itu. Dialah yang mengumumkan pembentukan Asgardia dua tahun lalu.

Menurut Ashurbeyli, warga Asgardia sudah berjumlah sekitar 200 ribu orang di seluruh dunia, yang ditarik oleh visi politik luar angkasa atas geopolitik. Tujuannya adalah untuk mendapatkan anggota "paling kreatif" dari umat manusia - yang diperkirakan oleh Ashurbeyli sekitar dua persen dari populasi dunia, atau sekitar 150 juta orang - untuk mendaftar.

Ashurbeyli juga memiliki ambisi yang besar. Ia ingin membangun populasi sebesar 150 juta dalam 10 tahun dan berencana untuk membentuk "ruang angkasa" dengan gravitasi buatan di luar angkasa di mana manusia dapat hidup secara permanen.

"Hari ini pasti akan dicatat dalam sejarah peristiwa terbesar dalam sejarah umat manusia," kata Ashurbeyli dalam pidato pengukuhannya.

“Kami telah mendirikan semua cabang pemerintahan. Oleh karena itu saya dapat menyatakan dengan keyakinan bahwa Asgardia - negara luar angkasa pertama dari manusia bersatu - telah lahir," cetusnya seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (26/6/2018).

Menurut Ashurbeyli ruang angkasa adalah satu-satunya arena yang tersisa bagi umat manusia untuk lepas dari degradasi lingkungan dan perlombaan senjata tanpa henti.

"Di Bumi bidang penglihatan Anda terbatas pada ketinggian Anda, sedangkan ruang angkasa akan memungkinkan orang untuk memiliki gambaran tiga dimensi dari masalah mereka," ujar Ashurbeyli.

Ia mengakui bahwa utopia tidak akan murah. Sejauh ini dia telah mendanai proyek itu dengan uangnya sendiri dan milik beberapa donor swasta lainnya. Namun di masa depan semua Asgardian diharapkan akan membayar biaya kewarganegaraan tahunan sebesar USD117 serta pajak pendapatan dan bisnis.

Lebih jauh pria berusia 54 tahun itu berencana untuk mengajukan pengakuan PBB dan mengaku telah memiliki kontak informal dengan beberapa negara untuk membentuk hubungan bilateral, tetapi dia tidak dapat menyebutkannya.

Mengenai kesulitan fisik menempatkan manusia di luar angkasa, Ashurbeyli mengklaim dia dapat membangun pengalaman ilmiahnya sendiri untuk memungkinkan pemukiman manusia permanen di Bulan dalam 25 tahun.

Sebelum itu, dia mengatakan bahwa dia berniat memiliki satelit yang menyediakan akses internet ke seluruh dunia dalam lima hingga tujuh tahun, dan ruang angkasa yang beroperasi dalam 10 hingga 15 tahun.

Tapi untuk saat ini Asgardia sudah memiliki bendera, konstitusi dan lagu kebangsaan dengan mata uang digital untuk segera menyusul, yang disebut Solar.

"Untuk fase awal negara Asgardia ini ... Saya terutama bertanggung jawab untuk pembiayaannya, bersama dengan sejumlah donor lain yang merupakan warga Asgardia," kata pria kelahiran Baku, Azerbaijan ini.

Ashurbeyli secara resmi disumpah oleh mantan anggota parlemen Inggris, Lembit Opik, yang dijadikan kepala parlemen Asgardia oleh sesama anggota parlemen.

Mereka pada gilirannya telah dipilih oleh rekan Asgardia dalam jajak pendapat online.

Opik yakin Asgardia dapat mengatasi perpecahan politik berbasis di Bumi dan menunjukkan contoh persahabatannya dengan Nigel Evans, seorang anggota parlemen Inggris saat ini dan sekarang seorang Asgardia juga.

Mereka mungkin terpisahkan ketika menyangkut politik Inggris, tetapi mereka sepenuhnya mendukung visi untuk negara luar angkasa baru.
(ian)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
43 menit yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
2 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
3 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
4 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
7 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
8 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved