Jadi Mata-mata Iran, Eks Menteri Israel Ingin Menjadi Pahlawan
Kamis, 21 Juni 2018 - 13:38 WIB
Jadi Mata-mata Iran, Eks Menteri Israel Ingin Menjadi Pahlawan
A
A
A
TEL AVIV - Mantan Menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Gonen Segev, yang ditangkap karena menjadi mata-mata untuk Iran mengaku tidak menginginkan uang Teheran dari pekerjaannya itu. Dia mengklaim kegiatan itu untuk membantu Israel dan dia bisa jadi pahlawan bagi negaranya.
Segev yang juga terlibat penyelundupan narkoba, pemalsuan dan penipuan telah diekstradisi dari Guinea Ekuatorial dan ditangkap bulan lalu karena membantu Iran. Dia dituduh memata-matai negaranya sendiri dan menyediakan data intelijen untuk Iran.
Menurut laporan Channel 10, Segev kini ditahan di sel isolasi selama sembilan hari di fasilitas Shin Bet. Dia tidak diizinkan untuk menghubungi pengacaranya selama waktu tersebut.
Segev, menurut laporan itu, mengatakan kepada para interogator dari Shin Bet bahwa dia tidak menyerahkan informasi rahasia apa pun kepada Iran. Dia juga mengklaim tidak memiliki motif ideologis atau keuangan untuk membantu negara musuh.
"Saya ingin menipu orang-orang Iran dan kembali ke Israel sebagai pahlawan," katanya seperti dikutip dalam interogasinya, seperti dikutip Jerusalem Post, 19 Juni 2018.
Namun, Segev dituduh menyediakan data intelijen kepada handler-nya di Iran. Data intelijen itu terkait industri energi, situs keamanan, bangunan dan pejabat di badan-badan politik dan keamanan Israel.
Mantan menteri itu tinggal di Nigeria selama hampir 10 tahun di mana dia mempraktikkan pengobatan setelah lisensinya dicabut di Israel. Dia ditangkap dan dihukum karena penyelundupan narkoba dan penipuan kartu kredit pada tahun 2005 setelah mencoba menyelundupkan 32.000 tablet ekstasi dari Belanda ke Israel.
Selama di Nigeria, Segev melayani anggota komunitas Yahudi serta diplomat, bahkan menerima surat pernyataan resmi dari kepala keamanan di Kementerian Luar Negeri karena menyelamatkan nyawa seorang diplomat Israel.
Menurut laporan Channel 10, Segev dipikat untuk datang ke kedutaan Iran di Abuja. Dia diperlakukan seperti anak dari staf Iran.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Shin Bet mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan agen dan polisi Israel menemukan bahwa Segev, yang pertama kali bertemu dengan unsur-unsur kedutaan Iran di Nigeria pada 2012, tahu bahwa mereka berasal dari intelijen Iran.
Shin Bet menyatakan bahwa Segev direkrut dan bertindak sebagai agen atas nama intelijen Iran dan kemudian melakukan perjalanan dua kali ke Iran untuk bertemu dengan handler-nya.
Segev yang juga terlibat penyelundupan narkoba, pemalsuan dan penipuan telah diekstradisi dari Guinea Ekuatorial dan ditangkap bulan lalu karena membantu Iran. Dia dituduh memata-matai negaranya sendiri dan menyediakan data intelijen untuk Iran.
Menurut laporan Channel 10, Segev kini ditahan di sel isolasi selama sembilan hari di fasilitas Shin Bet. Dia tidak diizinkan untuk menghubungi pengacaranya selama waktu tersebut.
Segev, menurut laporan itu, mengatakan kepada para interogator dari Shin Bet bahwa dia tidak menyerahkan informasi rahasia apa pun kepada Iran. Dia juga mengklaim tidak memiliki motif ideologis atau keuangan untuk membantu negara musuh.
"Saya ingin menipu orang-orang Iran dan kembali ke Israel sebagai pahlawan," katanya seperti dikutip dalam interogasinya, seperti dikutip Jerusalem Post, 19 Juni 2018.
Namun, Segev dituduh menyediakan data intelijen kepada handler-nya di Iran. Data intelijen itu terkait industri energi, situs keamanan, bangunan dan pejabat di badan-badan politik dan keamanan Israel.
Mantan menteri itu tinggal di Nigeria selama hampir 10 tahun di mana dia mempraktikkan pengobatan setelah lisensinya dicabut di Israel. Dia ditangkap dan dihukum karena penyelundupan narkoba dan penipuan kartu kredit pada tahun 2005 setelah mencoba menyelundupkan 32.000 tablet ekstasi dari Belanda ke Israel.
Selama di Nigeria, Segev melayani anggota komunitas Yahudi serta diplomat, bahkan menerima surat pernyataan resmi dari kepala keamanan di Kementerian Luar Negeri karena menyelamatkan nyawa seorang diplomat Israel.
Menurut laporan Channel 10, Segev dipikat untuk datang ke kedutaan Iran di Abuja. Dia diperlakukan seperti anak dari staf Iran.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Shin Bet mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan agen dan polisi Israel menemukan bahwa Segev, yang pertama kali bertemu dengan unsur-unsur kedutaan Iran di Nigeria pada 2012, tahu bahwa mereka berasal dari intelijen Iran.
Shin Bet menyatakan bahwa Segev direkrut dan bertindak sebagai agen atas nama intelijen Iran dan kemudian melakukan perjalanan dua kali ke Iran untuk bertemu dengan handler-nya.
(mas)