Korsel akan Minta Penjelasan AS Soal Penghentian Latihan Gabungan
Selasa, 12 Juni 2018 - 20:19 WIB
Korsel akan Minta Penjelasan AS Soal Penghentian Latihan Gabungan
A
A
A
SEOUL - Kantor kepresidenan Korea Selatan (Korsel) atau Blue House menyatakan, mereka akan mencoba mengkonfirmasi kepada Amerika Serikat (AS), terkait pernyataan Donald Trump yang akan menghentikan latihan gabungan AS-Korsel.
"Pada titik ini, kita perlu mencari tahu makna atau niat yang tepat dari pernyataan Presiden Trump," kata Blue House dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (12/6).
Sebelumnya,Trump mengatakan bahwa AS akan menghentikan latihan gabungan dengan Korsel. Trump menyebut latihan itu sangat mahal dan provokatif.
AS dan sekutunya Korsel secara rutin setiap tahun menggelar latihan gabungan. Hal ini telah memicu kemarahan Korut, yang telah lama melihat latihan sebagai persiapan untuk menyerang Pyongyang.
Trump, yang berbicara pasca melakukan pertemuan dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un menyatakan, tidak pantas bagi AS dan Korsel menggelar latihan gabungan di dekat wilayah Korut, ketika ketiga pihak sedang menggelar pembicaraan damai.
"Latihan itu sangat mahal, kami membayar sebagian besar dari mereka. Dalam situasi itu, kita bernegosiasi, saya rasa tidak pantas untuk menggelar latihan gabungan," ucap Trump.
"Pada titik ini, kita perlu mencari tahu makna atau niat yang tepat dari pernyataan Presiden Trump," kata Blue House dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (12/6).
Sebelumnya,Trump mengatakan bahwa AS akan menghentikan latihan gabungan dengan Korsel. Trump menyebut latihan itu sangat mahal dan provokatif.
AS dan sekutunya Korsel secara rutin setiap tahun menggelar latihan gabungan. Hal ini telah memicu kemarahan Korut, yang telah lama melihat latihan sebagai persiapan untuk menyerang Pyongyang.
Trump, yang berbicara pasca melakukan pertemuan dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un menyatakan, tidak pantas bagi AS dan Korsel menggelar latihan gabungan di dekat wilayah Korut, ketika ketiga pihak sedang menggelar pembicaraan damai.
"Latihan itu sangat mahal, kami membayar sebagian besar dari mereka. Dalam situasi itu, kita bernegosiasi, saya rasa tidak pantas untuk menggelar latihan gabungan," ucap Trump.
(esn)