Iran Desak IAEA Turut Periksa Nuklir Israel
Jum'at, 08 Juni 2018 - 19:34 WIB
Iran Desak IAEA Turut Periksa Nuklir Israel
A
A
A
TEHERAN - Kepala perwakilan Iran untukBadan Energi Atom Internasional atau IAEA, Reza Najafi menyatakan, badan itu harus mempertimbangkan nuklir Israel sebagai ancaman nyata. Najafi juga menyebut, IAEA harus bisa memeriksa nuklir milik Israel.
"Program nuklir Israel menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan di kawasan. Program nuklir Israel harus diletakkan pada agenda IAEA sebagai ancaman nyata," kata Najafi, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (8/6).
Dia kemudian menyatakan, pengawasan ketat atas nuklir Israel harus terus dilakukan sampai Tel Aviv akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT.
Tel Aviv menolak permintaan untuk bergabung dengan NPT dan menolak mengizinkan pemeriksa internasional untuk memasuki negara itu.
Menurut sejumlah sumber di pemerintah Israel, Tel Aviv saat ini memiliki sekitar 100 hulu ledak nuklir dan sekitar 200 misil yang mampu membawa hulu ledak itu. Isreael sendiri tidak pernah mengakui informasi ini.
NPT sendiri adalah sebuah perjanjian yang berlaku pada tahun 1970 dengan tujuan mencegah penyebaran persenjataan nuklir. Tiga negara, yaitu India, Pakistan dan Israel, telah menolak untuk menandatangani perjanjian itu, sedangkan Korea Utara mengundurkan diri dari NPT pada 2003.
Israel diketahui memiliki jet tempur dan rudal darat ke udara berkekuatan nuklir. Menurut The National Interest, kapal selam Israel juga memiliki kemampuan untuk membawa hulu nuklir.
"Program nuklir Israel menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan di kawasan. Program nuklir Israel harus diletakkan pada agenda IAEA sebagai ancaman nyata," kata Najafi, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (8/6).
Dia kemudian menyatakan, pengawasan ketat atas nuklir Israel harus terus dilakukan sampai Tel Aviv akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT.
Tel Aviv menolak permintaan untuk bergabung dengan NPT dan menolak mengizinkan pemeriksa internasional untuk memasuki negara itu.
Menurut sejumlah sumber di pemerintah Israel, Tel Aviv saat ini memiliki sekitar 100 hulu ledak nuklir dan sekitar 200 misil yang mampu membawa hulu ledak itu. Isreael sendiri tidak pernah mengakui informasi ini.
NPT sendiri adalah sebuah perjanjian yang berlaku pada tahun 1970 dengan tujuan mencegah penyebaran persenjataan nuklir. Tiga negara, yaitu India, Pakistan dan Israel, telah menolak untuk menandatangani perjanjian itu, sedangkan Korea Utara mengundurkan diri dari NPT pada 2003.
Israel diketahui memiliki jet tempur dan rudal darat ke udara berkekuatan nuklir. Menurut The National Interest, kapal selam Israel juga memiliki kemampuan untuk membawa hulu nuklir.
(esn)