Sangkal Rumor Kematian dan Kudeta, Saudi Rilis Foto Putra Mahkota

Kamis, 07 Juni 2018 - 09:24 WIB
Sangkal Rumor Kematian...
Sangkal Rumor Kematian dan Kudeta, Saudi Rilis Foto Putra Mahkota
A A A
RIYADH - Pemerintah Arab Saudi merilis foto pertemuan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) dengan Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj di Jeddah, 5 Juni 2018 lalu. Rilis foto itu untuk menepis rumor adanya kudeta pada 21 April yang menewaskan MbS.

Surat kabar Asharq Al-Awsat yang berbasis di London yang mengutip Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa MbS mengadakan pembicaraan di Jeddah pada hari Senin dengan Sarraj.

Para pengguna media sosial dalam beberapa hari terakhir juga menyebarkan video yang menunjukkan MbS dengan putranya, Salman, disambut oleh mantan Putra Mahkota Kerajaan Saudi, Muqrin bin Abdulaziz. Video itu turut dirilis surat kabar Okaz yang berbasis di Jeddah.

Selain itu, Bader Asaker kepala kantor pribadi untuk Putra Mahkota juga berbagi video di akun Twitter-nya yang menunjukkan MbS dengan Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi bertemu di Jeddah.

Rumor adanya kudeta yang menewaskan MbS telah ramai diperbincangkan para pengguna internet dalam sebulan terakhir. Rumor itu muncul setelah terjadi insiden penembakan di istana kerajaan, di mana aparat keamanan Saudi menggunakan senjata berat.

Pemerintah Saudi secara resmi menyatakan, penembakan itu untuk menjatuhkan drone mainan yang mendekati istana.

Rumor kematian putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu pertama kali dimunculkan oleh media Iran. Laporan itu menarik perhatian banyak kalangan sampai akhirnya surat kabar yang berbasis di Inggris, Observer, ikut merilis laporan tersebut.

Meski otoritas Saudi telah berupaya menghentikan rumor perihal kudeta dan kematian MbS, para pengguna media sosial masih mempertanyakan validitas rekaman kondisi calon raja Saudi tersebut.

MbS yang kini berusia 32 tahun telah menjadi penguasa Arab Saudi secara de-facto sejak ia ditunjuk sebagai putra mahkota pada tahun 2017.

Dia telah membawa beberapa reformasi untuk "memodernisasi" Arab Saudi yang konservatif, termasuk memaksakan peraturan yang membatasi kekuasaan polisi agama, dan penghapusan larangan mengemudi bagi perempuan.

Di saat kebijakannya yang pro reformasi mendapat apresiasi banyak pihak, tindakan kerasnya termasuk dalam krisis Yaman dan krisis diplomatik dengan Qatar membuat MbS menuai kritik.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
58 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
2 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
4 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
Putra Mahkota Arab Saudi:...
Putra Mahkota Arab Saudi: Israel Lakukan Genosida ke Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved