Yordania Demo Besar, Raja Abdullah Diprediksi Pecat Perdana Menteri

Senin, 04 Juni 2018 - 10:18 WIB
Yordania Demo Besar,...
Yordania Demo Besar, Raja Abdullah Diprediksi Pecat Perdana Menteri
A A A
AMMAN - Yordania diguncang demonstrasi besar-besaran setelah publik di negara Arab itu marah atas kebijakan ekonomi pemerintah. Raja Abdullah II diperkirakan akan memecat Perdana Menteri (PM) Hani Mulki pada Senin (4/6/2018) sebagai solusi meredam kemarahan rakyatnya.

Prediksi itu muncul dari sumber-sumber pemerintah Yordania. Seruan pemecatan PM Mulki telah bermunculan dalam serangkaian protes terhadap kenaikan pajak yang didukung IMF (International Monetary Fund).

Sejumlah sumber tersebut mengatakan Raja Abdullah telah memerintahkan Mulki untuk datang ke istananya pada hari Senin.

Mulki, seorang politisi yang ramah bisnis, diangkat sebagai PM Yordania pada Mei 2016. Dia diberi tanggung jawab menghidupkan kembali ekonomi yang lesu.

Kemarahan publik terhadap kebijakan pemerintah yang didukung oleh IMF telah bermunculan sejak kenaikan pajak penjualan umum yang tidak wajar pada awal tahun ini. Pemicu lainnya adalah penghapusan subsidi roti, barang pokok bagi warga miskin di negara tersebut.

Ribuan warga Yordania telah turun ke jalan-jalan di Amman, dan di kota-kota provinsi utama pada hari Minggu. Demo besar-besaran itu sebagai lanjutan dari protes massal yang dimulai sejak Rabu pekan lalu.

Para demonstran telah berkumpul di dekat kantor kabinet. Mereka bersedia bubar jika pemerintah membatalkan kenaikan pajak.

"Pemerintah telah membuat kami tidak punya uang, mereka telah meninggalkan kami dengan tidak ada lagi uang di kantong kami," teriak seorang pengunjuk rasa, yang dikutip Reuters, Senin (4/6/2018).

Serikat pekerja yang mewakili puluhan ribu karyawan baik di sektor publik maupun swasta juga telah menyerukan mogok kerja massal pada hari Rabu lalu setelah tuntutan mereka untuk pembatalan kenaikan pajak ditolak oleh pemerintah.

Pemerintah Yordania menyatakan kebijakan itu diambil karena negara sedang membutuhkan banyak dana untuk layanan publik. Menurut pemerintah, perubahan tagihan pajak akan mengurangi kesenjangan sosial dengan menempatkan beban yang lebih berat pada orang yang berpenghasilan tinggi.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa mengecam para politisi karena menghambur-hamburkan dana publik dan korupsi.

"Tuntutan kami sah. Tidak, tidak terhadap korupsi," kata para demonstran yang mendesak Raja Abdullah turun tangan dan menindak kejahatan korupsi.
(mas)
Berita Terkait
Putri Pangeran Hussein...
Putri Pangeran Hussein Putra Mahkota Yordania Tak Masuk Daftar Penerus Takhta
Dukung Gencatan Senjata...
Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Ribuan Demonstran Kepung Kedubes Israel di Yordania
Israel Aneksasi Tepi...
Israel Aneksasi Tepi Barat, Raja Yordania: Konflik Besar Akan Pecah
Siapa Ratu Rania, Istri...
Siapa Ratu Rania, Istri Raja Yordania Abdullah II yang Masih Menawan di Usia 54 Tahun
Profil 4 Istri Raja...
Profil 4 Istri Raja Hussein Yordania, Siapa Saja Mereka?
Kualifikasi Piala Dunia...
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Palestina Tertunduk di Hadapan Yordania
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
4 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
6 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
6 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
7 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved