Eks Wakil PM Malaysia Samakan Pemerintah Mahathir dengan Tempe
Senin, 28 Mei 2018 - 16:15 WIB
Eks Wakil PM Malaysia Samakan Pemerintah Mahathir dengan Tempe
A
A
A
PETALING JAYA - Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Ahmad Zahid mengecam pemerintahan baru yang dipimpin Mahathir Mohamad. Dia menyamakan pemerintahan yang dibentuk koalisi Pakatan Harapan itu dengan tempe karena tak konsisten dan ingkar janji.
"Kami melihat misalnya, ketika mereka dinyatakan sebagai pemenang, mereka mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) akan turun, tetapi dalam kenyataannya itu belum turun," kata Ahmad Zahid seperti dikutip Umno Online, Senin (28/5/2018).
"Mereka juga menyatakan bahwa pajak barang dan jasa (GST) akan dihapuskan, tetapi harga barang belum turun meskipun GST sekarang nol-rated. Ada 90 item yang telah naik harganya," kritik mantan wakil Najib Razak ini.
"Mereka mengatakan satu hal di pagi hari dan satu lagi di sore hari. Seperti tempe. Ini adalah kacang kedelai di pagi hari, sore itu sudah menjadi tempe dan besok akan tumbuh jamur," lanjut Ahmad " katanya.
Dia mengatakan janji Pakatan Harapan untuk membebaskan pembayaran pinjaman PTPTN (Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional) bagi mereka yang berpenghasilan RM4.000 dan di bawahnya akan mencegah siswa lain untuk menerima pinjaman.
"Mereka juga mengatakan utang negara adalah RM1 triliun, padahal sebenarnya hanya RM686,8 miliar. Mereka mengatakan ada pinjaman luar negeri, tetapi sebenarnya 'utang dalam negeri', yang merupakan pinjaman dalam negeri, ini berarti tidak ada arus keluar uang tunai asing," imbuh Ahmad Zahid.
Rentetan kritik itu disampaikan dalam sebuah acara dengan kepala informasi Divisi Umno pada hari Minggu.
Ahmad Zahid mengatakan pemerintah baru juga menuduh pemerintah sebelumnya memberikan pinjaman dalam dolar Amerika Serikat dan yen Jepang, tetapi Bank Negara Malaysia (BNM) telah membuktikan bahwa hanya dua persen dari pinjaman dalam dolar AS dan satu persen dalam yen.
"Itu berarti pinjaman kami dalam ringgit. Mereka juga mengatakan KL Bursa (Bursa Malaysia) akan naik, tetapi jatuh lebih jauh," imbuh dia.
"Mereka dulu mengatakan bahwa ekonomi sedang dalam kondisi rusak dan negara hampir bangkrut, tetapi sekarang mereka mengatakan ekonomi kuat."
Ahmad Zahid juga berharap semua anggota parlemen Barisan Nasional akan bersatu untuk menjadi oposisi efektif di Dewan Rakyat (parlemen) untuk mencegah pencemaran nama baik oleh Pakatan Harapan.
"Kami melihat misalnya, ketika mereka dinyatakan sebagai pemenang, mereka mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) akan turun, tetapi dalam kenyataannya itu belum turun," kata Ahmad Zahid seperti dikutip Umno Online, Senin (28/5/2018).
"Mereka juga menyatakan bahwa pajak barang dan jasa (GST) akan dihapuskan, tetapi harga barang belum turun meskipun GST sekarang nol-rated. Ada 90 item yang telah naik harganya," kritik mantan wakil Najib Razak ini.
"Mereka mengatakan satu hal di pagi hari dan satu lagi di sore hari. Seperti tempe. Ini adalah kacang kedelai di pagi hari, sore itu sudah menjadi tempe dan besok akan tumbuh jamur," lanjut Ahmad " katanya.
Dia mengatakan janji Pakatan Harapan untuk membebaskan pembayaran pinjaman PTPTN (Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional) bagi mereka yang berpenghasilan RM4.000 dan di bawahnya akan mencegah siswa lain untuk menerima pinjaman.
"Mereka juga mengatakan utang negara adalah RM1 triliun, padahal sebenarnya hanya RM686,8 miliar. Mereka mengatakan ada pinjaman luar negeri, tetapi sebenarnya 'utang dalam negeri', yang merupakan pinjaman dalam negeri, ini berarti tidak ada arus keluar uang tunai asing," imbuh Ahmad Zahid.
Rentetan kritik itu disampaikan dalam sebuah acara dengan kepala informasi Divisi Umno pada hari Minggu.
Ahmad Zahid mengatakan pemerintah baru juga menuduh pemerintah sebelumnya memberikan pinjaman dalam dolar Amerika Serikat dan yen Jepang, tetapi Bank Negara Malaysia (BNM) telah membuktikan bahwa hanya dua persen dari pinjaman dalam dolar AS dan satu persen dalam yen.
"Itu berarti pinjaman kami dalam ringgit. Mereka juga mengatakan KL Bursa (Bursa Malaysia) akan naik, tetapi jatuh lebih jauh," imbuh dia.
"Mereka dulu mengatakan bahwa ekonomi sedang dalam kondisi rusak dan negara hampir bangkrut, tetapi sekarang mereka mengatakan ekonomi kuat."
Ahmad Zahid juga berharap semua anggota parlemen Barisan Nasional akan bersatu untuk menjadi oposisi efektif di Dewan Rakyat (parlemen) untuk mencegah pencemaran nama baik oleh Pakatan Harapan.
(mas)