Menteri Turki: Israel Tersangka jika Erdogan Dibunuh

Kamis, 24 Mei 2018 - 11:57 WIB
Menteri Turki: Israel...
Menteri Turki: Israel Tersangka jika Erdogan Dibunuh
A A A
ANKARA - Menteri Energi Turki Berat Albayrak mengatakan publik Ankara secara alami akan melihat Israel sebagai tersangka utama jika Presiden Tayyip Erdogan jadi target pembunuhan. Komentar itu sebagai respons laporan media Amerika Serikat (AS) yang menyebut kudeta sedang direncanakan di Turki dengan menjadikan Erdogan sebagai target utama.

"Sebuah laporan berita diterbitkan di websitu Amerika yang mengatakan Israel akan mengirim pembunuh dan melakukan serangan terhadap presiden. Saya katakan ini, publik sedang membicarakan hal ini. Jika presiden sedikit dirugikan, Israel akan menjadi tersangka secara alami," kata Albayrak, yang dilansir Daily Sabah, Kamis (24/5/2018).

Laporan tentang Erdogan dijadikan target pembunuhan itu awalnya dilaporkan Veterans Today. "Kudeta sedang dalam perencanaan untuk dimulai dengan pembunuhan Erdogan. Israel sedang merencanakannya; kita mendapatkannya dari mana-mana, terutama kontak kita di Angkatan Darat Turki," bunyi laporan yang ditulis oleh Gordon Duff dan diterbitkan pada 15 Mei 2018 lalu.

Laporan kontroversial itu muncul menjelang kunjungan Erdogan ke Bosnia-Herzegovina. Intelijen Turki juga telah menerima pemberitahuan tentang kemungkinan plot terhadap Erdogan, yang direncanakan akan dilakukan selama kunjungannya ke Bosnia.

Erdoğan menanggapi laporan tentang plot itu, yang dilaporkan telah digagalkan. Dia mengatakan bahwa pemberitahuan telah mencapai Organisasi Intelijen Nasional (MİT) dari berbagai belahan dunia dan berbagai organisasi intelijen.

"Setelah ini, MİT melakukan kerja intensif dan mewawancarai lawan bicaranya. Mereka membuat tim kami waspada. Saya memberi tahu wakil dari MİT untuk 'pergi ke depan satu hari sebelumnya'. Dia pergi sehari yang lalu, kami mengambil tindakan pencegahan," kara Erdogan.

Erdoğan mengatakan bahwa dia tidak menerima pemberitahuan seperti itu untuk pertama kalinya baik di dalam maupun di luar negeri.

Artikel Veterans Today juga menambahkan; "AS sekarang percaya bahwa mereka tidak dapat menyerang Iran tanpa membunuh Erdogan, dan bahwa Putin tanpa Erdogan di sisinya, akan mundur untuk mendukung Assad atau menawarkan penjualan senjata lebih lanjut ke Iran."

Hubungan antara Turki dan Israel sangat tidak menyenangkan setelah keputusan AS untuk merelokasi kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Setelah relokasi berlangsung pada 14 Mei, Turki mengusir duta besar Israel di Ankara dan konsul Istanbul.
(mas)
Berita Terkait
9 Negara Sekutu Utama...
9 Negara Sekutu Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Turki pada AS: Sejak...
Turki pada AS: Sejak Kapan Bantai Warga Sipil Jadi Bentuk Pembelaan Diri!
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
39 menit yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
1 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
3 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
4 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved