Diperiksa KPK Malaysia Berjam-jam, Najib Razak Tak Ditahan

Selasa, 22 Mei 2018 - 16:01 WIB
Diperiksa KPK Malaysia...
Diperiksa KPK Malaysia Berjam-jam, Najib Razak Tak Ditahan
A A A
PUTRAJAYA - Mantan Perdana Menteri Najib Razak meninggalkan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Malaysia atau MACC setelah diperiksa beberapa jam, Selasa (22/5/2018). Namun, diperintahkan datang lagi untuk pemeriksaan hari Kamis.

Mantan PM Malaysia itu keluar dari kantor MACC sekitar pukul 15.15 waktu setempat. Dia diperiksa terkait peran SRC International Sdn Bhd, anak perusahaan dari 1Malaysia Development Bhd (1MDB) yang kontroversial. SRC International adalah perusahaan yang mengirim uang besar ke rekening pribadi Najib.

Najib secara konsisten membantah melakukan kesalahan di lembaga 1MDB sejak skandal korupsi terungkap pada 2015. Ketika Najib hendak didakwa pada tahun itu, dia dengan cepat memecat Jaksa Agung dan beberapa pejabat MACC.Baca: Pagi Ini, KPK Malaysia Periksa Najib Razak di Putrajaya
Najib mengatakan, dana sebesar RM26 miliar (hamipir USD700 juta) yang mengalir ke rekening pribadinya adalah sumbangan dari Kerajaan Arab Saudi. Dia membantah dana itui berasal dari 1MDB yang sejatinya sedang dililit utang.

SRC dibentuk pada tahun 2011 oleh pemerintah Najib untuk mengejar investasi luar negeri dalam hal sumber daya energi. Perusahaan itu merupakan unit 1MDB sebelum diserahkan pengelolaannya ke Kementerian Keuangan pada tahun 2012.

Sebelumnya, Kepala MACC Datuk Seri Mohd Shukri Abdull telah menegaskan bahwa Najib tidak akan ditahan hari ini. Menurutnya, masih dibutuhkan dua saksi penting lagi dalam mengungkap skandal korupsi 1MDB.

"Sampai kita mendapatkan dua saksi yang sangat penting, maka Anda akan mendapatkan cerita. Kasus ini berada di bawah Datuk Seri Azam Baki," ujarnya.

"Tergantung pada bukti dan dokumen serta tergantung pada bagaimana dia (Najib) menjawab. Jika kita puas, kita bisa membiarkannya pergi, tetapi jika kita masih membutuhkan pernyataannya lagi, kita akan memanggilnya kembali," katanya, dalam konferensi pers yang dilansir Bernama.
Baca juga: Cerita KPK Malaysia Ditekan Luar Biasa saat Akan Mendakwa Najib

Shukri mengatakan MACC menghormati Najib sebagai mantan perdana menteri dan dia sendiri tidak akan membalas dendam kepada pihak manapun. Shukri menjadi salah satu korban di MACC yang mendapat tekanan luar biasa saat lembaga itu akan mendakwa Najib yang kala itu berkuasa. Dia bahkan harus melarikan diri ke Washington ketika beberapa rekannya dipecat dan banyak anak buahnya dipenjara.

"Kami harus menghormati dia karena dia adalah mantan PM kami, saya tidak akan membalas dendam pada siapa pun tetapi akan membiarkan hukum berbicara," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
2 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
3 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved