Media Iran Berspekulasi Putra Mahkota Saudi Tewas dalam Kudeta

Jum'at, 18 Mei 2018 - 00:41 WIB
Media Iran Berspekulasi...
Media Iran Berspekulasi Putra Mahkota Saudi Tewas dalam Kudeta
A A A
TEHERAN - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tidak muncul di depan publik sejak insiden penembakan di kompleks kerajaan di Riyadh, 21 April lalu. Media-media Iran berspekulasi insiden penembakan itu kudeta dan calon raja Saudi tersebut tewas.

Pangeran Mohammed tercatat sebagai salah satu orang paling berkuasa di Kerajaan Saudi. Selain menjadi putra mahkota, dia juga menjadi wakil perdana menteri dan menteri pertahanan.

Surat kabar Kahyan yang berbasis di Iran pada Kamis (17/5/2018) berspekulasi bahwa Pangeran Mohammed diduga ditabrak oleh dua peluru selama serangan 21 April di kompleks istana kerajaan di Riyadh.

"Mungkin benar-benar tewas karena dia belum muncul di depan umum sejak insiden itu," tulis surat kabar tersebut yang mengklaim laporannya bersumber dari dokumen dinas rahasia yang dikirim ke para pejabat senior dari negara Arab.

Media Iran lainnya, Press TV, mempertanyakan keberadaan putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud tersebut. Sebab, tidak ada foto atau video terbaru dari Mohammed bin Salman yang telah dirilis oleh otoritas Saudi sejak insiden 21 April.

"Pangeran bahkan tidak terlihat di kamera ketika Menteri Luar Negeri AS yang baru Mike Pompeo melakukan kunjungan perdananya ke Riyadh pada akhir April," bunyi laporan media Teheran tersebut.

Kantor berita Fars di Iran menduga kondisi kesehatan calon raja Saudi itu sedang bermasalah."Bin Salman adalah seorang pria yang hampir sering muncul di hadapan media, tetapi 27 hari absennya sejak tembakan di Riyadh telah menimbulkan pertanyaan tentang kesehatannya," tulis kantor berita Fars.

Ppihak berwenang Arab Saudi belum mengomentari spekulasi miring yang disuarakan media-media Teheran tentang kondisi Putra Mahkota Saudi.

Pada tanggal 21 April beberapa kantor berita melaporkan ada tembakan besar yang berasal dari istana kerajaan Saudi di Riyadh. Insiden itu memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya kudeta yang sedang berlangsung.

Namun pihak berwenang Saudi saat itu mengklaim bahwa insiden tersebut hanya tindakan petugas keamanan istana yang menembaki drone mainan karena terbang terlalu dekat dengan istana.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa Raja Salman sendiri dievakuasi ke instalasi militer terdekat selama penembakan tersebut. Pakar Saudi, Ali al-Ahmed, menyebut pangkalan King Khaled menjadi sebagai tujuan evakuasi Raja Salman saat itu.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved