Palestina Sebut Relokasi Kedubes AS Dapat Hidupkan Konflik Agama

Senin, 14 Mei 2018 - 15:58 WIB
Palestina Sebut Relokasi...
Palestina Sebut Relokasi Kedubes AS Dapat Hidupkan Konflik Agama
A A A
WASHINGTON - Duta Besar Palestina untuk Amerika Serikat (AS), Husam Zomlot menyatakan, relokasi Kedutaan Besar AS di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem dapat menghidupkan konflik agama di kawasan.

Zomlot dalam sebuah pernyataan juga menyatakan, keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya menandai berakhirnya era Washington mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

"Pemindahaan kedutaan AS hari ini memberi kehidupan pada konflik agama dan bukannya perdamaian yang bermartabat," bunyi pernyataan Zomlot, seperti dilansir Sputnik pada Senin (14/5).

"Langkah ini menandai berakhirnya era ketika AS memimpin upaya internasional untuk mencapai solusi dua negara, mengakhiri pendudukan Israel yang dimulai pada 1967, termasuk Yerusalem Timur. Selain itu, Washington telah meninggalkan perannya sebagai pembawa damai, semakin meningkatkan "ketidakpastian" di Palestina," sambungnya.

Hari ini AS melakukan upacara pembukaan kedutaan mereka di Yerusalem. Kedutaan itu sendiri akan mulai beroperasi secara penuh pada esok hari.

Terkait dengan upacara pembukaan kedubes AS, sebagian besar negara Eropa dilaporkan menolak undangan untuk menghadiri acara itu. Negara-negara besar Eropa seperti Jerman, Polandia, Portugal, Swedia dan Irlandia telah memutuskan menolak hadir dalam pembukaan kedutaan itu. Sedangkan Bulgaria, yang sebelumnya menerima undangan itu, memutuskan untuk berpikir ulang untuk hadir atau tidak dalam pembukaan kedutaan.

Sementara itu, negara Eropa yang memutuskan hadir dalam pembukaan itu adalah Austria, Romania, Ceko dan Hungaria. Keempat negara itu bertentangan dengan sikap Uni Eropa (UE) yang menolak pemindahan kedutaan.

Selain negara-negara besar Eropa, sejumlah sekutu AS di wilayah lainnyapun turut menolak undangan itu, salah satu diantaranya adalah Australia. Meksiko dan Rusia juga turut menolak undangan untuk menghadiri pembukaan kedutaan.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
1 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
2 jam yang lalu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
3 jam yang lalu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved