Great Barrier Reef Raih Pendanaan Pelestarian Karang Rp529 Miliar

Senin, 30 April 2018 - 14:00 WIB
Great Barrier Reef Raih...
Great Barrier Reef Raih Pendanaan Pelestarian Karang Rp529 Miliar
A A A
SYDNEY - Great Barrier Reef di Australia akan menerima pendanaan baru sebesar USD379,10 juta (Rp529,823 miliar) untuk memperbaiki kualitas perairan dan melindungi karang dari serangan ikan bintang laut. Menteri Energi Australia Josh Frydenberg menjelaskan, beberapa dana akan diberikan langsung pada para petani untuk memperbaiki cara mereka bertanam.

"Ini untuk memastikan karang tidak mendapat jumlah sedimen, nitrogen, dan pestisida yang berlebihan hingga merusak karang dan justru menambah jumlah ikan bintang laut," kata dia.

Great Barrier Reef memiliki luas 348.000 km persegi dan masuk dalam daftar warisan dunia pada 1981 sebagai terumbu karang paling spektakuler di planet, menurut lembaga UNESCO. UNESCO menganggapnya berada dalam daftar "dalam bahaya" pada tahun lalu karena meluasnya kerusakan, tapi pemerintah Australia berupaya menolak langkah UNESCO itu melalui voting.

Ikan bintang laut merupakan pemakan terumbu karang dapat menghancurkan wilayah tersebut. Karena itu otoritas berupaya mengendalikan penyebaran ikan bintang laut. "Pertanian berlebihan dari perkebunan tebu dan peternakan sapi juga turut merusak terumbu karang saat lokasinya berada dekat pantai," papar Bradley Opdike, pakar laut di Australian National University. "Apa yang terjadi dengan endapan itu dalam jumlah besar adalah nutrisi yang tinggi mengakibatkan lumut tumbuh bersaing dengan terumbu karang," ujar Opdike.

Meski pengumuman pendanaan baru itu disambut para peneliti, beberapa pihak skeptis tentang dampaknya. Profesor Jon Brodie dari Coral Reef Studies Centre of Excellence, James Cook University menyatakan pendanaan itu merupakan perpanjangan dari program-program yang telah gagal. "Ini tidak bekerja, ini tidak mencapai perbaikan kualitas perairan," ujar dia.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menjelaskan, Australia merupakan pe mim - pin dunia dalam pengelolaan dan perlindungan terumbu karang saat rencana pemerintah Reef 2050 telah disetujui Komite Warisan Dunia UNESCO untuk menjadi standar yang perlu diikuti seluruh dunia. "Mereka melihat Australia untuk menyediakan kepakaran teknis riset sains dan memberi praktek terbaik pengelolaan terumbu karang dan itu yang kita tunjukkan," ujar Bishop dari Cairns, pantai timur Australia.
(amm)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
1 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
3 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
4 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
5 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
6 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved