Hendak Menyelamatkan Diri, 47 Tewas Tenggelam di Kongo

Sabtu, 28 April 2018 - 00:56 WIB
Hendak Menyelamatkan...
Hendak Menyelamatkan Diri, 47 Tewas Tenggelam di Kongo
A A A
GOMA - Setidaknya 47 orang tewas tenggelam ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik di Sungai Ubangi perbatasan Republik Demokratik Kongo dan Republik Kongo. Para korban berusaha menyelamatkan diri dari bentrokan antara tentara Republik Demokratik Kongo dan orang-orang bersenjata yang telah menyeberangi perbatasan negara tetangga Republik Kongo.

"Perahu yang penuh sesak terbalik di Sungai Ubangi yang membagi kedua negara itu pada Selasa ketika penduduk kota Dongo berlari untuk melarikan diri dari pecahnya pertempuran antara tentara dan "bandit" dari milisi suku," kata gubernur provinsi Ubangi Selatan, Joachim Taila Nage seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (28/4/2018).

Puluhan ribu warga Kongo melarikan diri dari aksi kekerasan yang meletus pada 2009 antara suku Enyele dan Munzaya yang dipicu masalah pertanian dan hak memancing di sekitar Dongo.

Tetapi tidak ada insiden besar yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir, dan Kongo bagian barat secara keseluruhan sebagian besar tetap dalam situasi damai karena aksi kekerasan telah meningkat di bagian timur dan tengah negara itu.

"Populasi, yang mengingat apa yang terjadi sebelumnya, menjadi sangat takut dan tiga perempat dari populasi Dongo melarikan diri dan menyeberangi sungai," terang Taila, menambahkan bahwa ia memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah karena semakin banyak mayat yang ditemukan.

Taila mengatakan bentrokan terbaru dimulai Senin lalu ketika anggota milisi Enyele menyeberangi Ubangi dari Republik Kongo dan menewaskan dua petugas polisi.

"Tentara menewaskan empat anggota milisi dan menangkap dua orang lainnya pada hari berikutnya," katanya.

Jutaan orang tewas di Kongo timur akibat konflik, kelaparan dan penyakit selama perang sipil sekitar pergantian abad. Kekerasan bersenjata sendiri telah meningkat dalam dua tahun terakhir, sebagian karena ketidakstabilan politik terkait dengan penolakan Presiden Joseph Kabila untuk mundur ketika mandatnya berakhir pada 2016.
(ian)
Berita Terkait
4 Fakta Pemerkosaan...
4 Fakta Pemerkosaan Jadi Senjata pada Perang di Kongo
Wabah Pes Melanda Kongo,...
Wabah Pes Melanda Kongo, Lebih dari 31 Orang Meninggal
PBB: Pemberontak Kongo...
PBB: Pemberontak Kongo Eksekusi Lebih dari 130 Warga Sipil
Pemberontak Kongo Bantai...
Pemberontak Kongo Bantai Puluhan Etnis Pygmy, Beberapa Dipenggal
Kandungan Emas di Gunung...
Kandungan Emas di Gunung Kongo Capai 90% Mineral Berharga di Dunia
Benarkah Munculnya Gunung...
Benarkah Munculnya Gunung Emas dan Sungai Eufrat Mengering Jadi Tanda Kiamat?
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved