Lavrov: AS Tidak Akan Pernah Tinggalkan Suriah
Selasa, 24 April 2018 - 17:39 WIB
Lavrov: AS Tidak Akan Pernah Tinggalkan Suriah
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov yakin Amerika Serikat (AS) tidak akan pernah meninggalkan Suriah, meskipun sudah ada pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump mengenai penarikan mundur pasukan. Sebelumnya, Trump dalam beberapa kesempatan menyatakan ingin segera menarik pulang pasukan AS di Suriah.
Lavrov menuturkan, meskipun sudah ada pernyataan dari Trump, pasukan AS akan tetap tinggal di Suriah. Dirinya menyebut, pasukan AS kemungkinan besar akan ditempatkan di tepi Timur sungai Eufrat.
"AS berjanji bahwa satu-satunya tujuan mereka adalah untuk mengusir teroris dari Suriah, untuk mengalahkan apa yang disebut ISIS," ucap Lavrov dalam sebuah pernyataan.
"Tetapi, terlepas dari semua klaim mereka, meskipun klaim Presiden Trump, AS sebenarnya akan memposisikan diri di sisi timur Eufrat dan tidak punya niat untuk pergi," kata Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (24/4).
Lavrov, di kesempatan yang sama turut menyinggung mengenai rekonstruksi di Suriah. Diplomat senior Rusia itu mengatakan, proses rekonstruksi itu akan berlangsung sangat panjang dan membutuhkan dukungan yang kuat dari dunia internasional.
"Sementara untuk rekonstruksi ekonomi, ini akan memakan waktu dan saya yakin bahwa kita semua harus bertindak untuk kepentingan rakyat Suriah dan sepenuhnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Suriah," ungkapnya.
Lavrov menuturkan, meskipun sudah ada pernyataan dari Trump, pasukan AS akan tetap tinggal di Suriah. Dirinya menyebut, pasukan AS kemungkinan besar akan ditempatkan di tepi Timur sungai Eufrat.
"AS berjanji bahwa satu-satunya tujuan mereka adalah untuk mengusir teroris dari Suriah, untuk mengalahkan apa yang disebut ISIS," ucap Lavrov dalam sebuah pernyataan.
"Tetapi, terlepas dari semua klaim mereka, meskipun klaim Presiden Trump, AS sebenarnya akan memposisikan diri di sisi timur Eufrat dan tidak punya niat untuk pergi," kata Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (24/4).
Lavrov, di kesempatan yang sama turut menyinggung mengenai rekonstruksi di Suriah. Diplomat senior Rusia itu mengatakan, proses rekonstruksi itu akan berlangsung sangat panjang dan membutuhkan dukungan yang kuat dari dunia internasional.
"Sementara untuk rekonstruksi ekonomi, ini akan memakan waktu dan saya yakin bahwa kita semua harus bertindak untuk kepentingan rakyat Suriah dan sepenuhnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Suriah," ungkapnya.
(esn)