Asisten Peneliti Umbar Tembakan di Universitas Turki, 4 Tewas

Jum'at, 06 April 2018 - 00:26 WIB
Asisten Peneliti Umbar...
Asisten Peneliti Umbar Tembakan di Universitas Turki, 4 Tewas
A A A
ANKARA - Seorang asisten peneliti mengumbar tembakan di Eskişehir Osmangazi University, Turki, pada Kamis (5/4/2018) sore. Empat orang tewas termasuk seorang dosen.

Penembakan terjadi sekitar pukul 15.00 sorea di kampus Meselik di universitas yang berada di Eskisehir, Anatolia tengah tersebut.

Pelaku penembakan adalah Volkan Bayar, 37, seoran ssisten peneliti di kampus setempat. Aksinya menewaskan wakil dekan Mikail Yalçın, sekretaris fakultas Fatih Özmutlu, asisten peneliti Yasin Armağan dan dosen Serdar Çağlak.

Tiga orang lainnya juga terluka dalam serangan Bayar.

Rektor universitas, Hasan Gönen, kepada CNN Türk membenarkan bahwa empat orang telah tewas. Menurutnya, penyelidikan terhadap Bayar sedang berlangsung.

"Seorang asisten peneliti bernama Volkan Bayar pertama memasuki ruang dekan. Kebetulan, dekan itu tidak ada di ruangan. Bayar menembak dan membunuh sekretaris fakultas pendidikan Fatih Özmutlu, wakil dekan Mikail Yalçın dan dua asisten peneliti," kata Gonen.

"Kemudian, dia ditangkap oleh polisi setelah meninggalkan gedung dengan pistol. Bayar menuduh beberapa akademisi sebagai anggota FETÖ (Organisasi Teroris Fethullah). Kami telah menyelidiki dia. Investigasinya sedang berlangsung. Dekan itu mungkin adalah targetnya. Mungkin ada pembicaraan lisan dengan dekan sebelumnya tetapi kami tidak yakin tentang itu," ujar Gonen.

Ayşe Aypay, yang terlibat konflik dengan pelaku serangan, menderita gangguan saraf setelah penembakan brutal tersebut.Teman-teman Aypay mencoba menenangkannya untuk waktu yang lama.

Setelah tenang, dia mengatakan bahwa banyaj orang telah mengajukan keluhan tentang dia berkali-kali.

"Kami telah mengajukan petisi kepada Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan pihak kepresidenan telah mempertahankannya. Kami telah mengajukan petisi berkali-kali dan mereka bahkan belum memulai prosesnya. Imbasnya empat jiwa melayang. Suami saya diberhentikan dari tugas setelah mengajukan keluhan soal Volkan Bayar. Dia tinggal di penjara selama 5,5 bulan. Siapa yang akan menebus mereka?," ujarnya.

Banyak petugas polisi dan ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian. Para mahasiswa dan para pejabat universitas dievakuasi.

Serangan itu memicu kepanikan di universitas, di mana para mahasiswa dan dosen terkejut. Tayangan stasiun televisi lokal menunjukkan staf kampus dan mahasiswa berkumpul di luar pintu masuk utama universitas.

Pejabat universitas mengumumkan bahwa ujian fakultas dibatalkan setelah terjadi penembakan.

Sementara itu, penyerang telah ditahan oleh polisi. Motif serangan belum dijelas karena pemeriksaan sedang berlangsung.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
25 menit yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
53 menit yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
1 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
2 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved