Buru Pembunuh WNI di Kamboja, Pemerintah Bakal Gandeng AS

Kamis, 05 April 2018 - 17:14 WIB
Buru Pembunuh WNI di...
Buru Pembunuh WNI di Kamboja, Pemerintah Bakal Gandeng AS
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri akan meminta bantuan Amerika Serikat (AS) untuk mencari dan menemukan Bilal Abdul Fateen. Fateen adalah terduga pelaku pembunuhan terhadap WNI di Kamboja, Enen Cahyati.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal.

Fateen diketahui masuk ke Kamboja pada tanggal 16 Maret dan keluar dari negara itu pada tanggal 22 Maret. Sampai saat ini keberadaan pria asal AS yang juga merupakan suami dari Enen tersebut masih misterius.

"Kalau diperlukan, pemerintah AS kita akan meminta bantuan. Mudah-mudahan tidak terlalu lama. Dari imigrasi Kamboja, dia ke luar negeri dengan Air Asia ke Kuala Lumpur. Belum ketahuan tujuan selanjutnya setelah dari Kuala Lumpur," ucap Iqbal, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Ketika ditanya apakah pemerintah Kamboja sudah mengeluarkan red notice pada Fateen, Iqbal menyatakan kemungkinan pemerintah Negeri Seribu Pagoda itu akan melakukan hal tersebut. Pasalnya, hasil visum terhadap Enen baru saja selesai.

"Kita baru dapat informasi bahwa visum Enen sudah selesai. Kita sedang menunggu hasil visum disampaikan secara resmi. Berdasarkan visum akan menentukan status terduga pelaku, lalu bisa terbitkan red notice terduga pelaku yang belum diketahui keberadaanya," terang Iqbal.

Seperti diketahui, Enen Cahyati ditemukan tak bernyawa di kamar Hotel Hometown Suite pada 25 Maret lalu.

Staf hotel tempat Enen menginap mencium bau tidak sedap dari kamarnya dan melihat ada gembok baru di pintu. Sejumlah staf hotel lantas mendobrak pintu hotel. Mereka kemudian menghubungi pihak kepolisian saat menemukan jasad Enen yang terbujur kaku.

KBRI Phnom Phen telah mengetahui kejadian tersebut tidak lama setelah kepolisian membuka paksa kamar hotel pada tanggal 25 Maret malam. Diperkirakan almarhumah telah dibunuh 3 hari sebelum ditemukan.
(ian)
Berita Terkait
Dua WNI Saling Tikam...
Dua WNI Saling Tikam di Amerika Serikat, Korban asal Tangerang
WNI Tewas Diberondong...
WNI Tewas Diberondong Tembakan di Amerika Serikat, Polda Jateng Belum Terima Permintaan Sampel DNA
3 Kota Judi di Kamboja...
3 Kota Judi di Kamboja yang Telan Puluhan Korban Warga Negara Indonesia
Penyanyi Asal Indonesia...
Penyanyi Asal Indonesia Putri Ariani Raih Golden Buzzer, Pejabat Indonesia Beri Pujian
Keluarga Novita Kurnia...
Keluarga Novita Kurnia Putri masih Tunggu Kepastian Kepulangan Jenazah ke Indonesia
Pilih Seragam Militer...
Pilih Seragam Militer Amerika, Status WNI Kezia Terancam Hilang
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
30 menit yang lalu
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
1 jam yang lalu
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
1 jam yang lalu
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
2 jam yang lalu
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
3 jam yang lalu
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved