Trump Kirim Militer ke Perbatasan, Meksiko Minta Klarifikasi

Kamis, 05 April 2018 - 11:34 WIB
Trump Kirim Militer...
Trump Kirim Militer ke Perbatasan, Meksiko Minta Klarifikasi
A A A
WASHINGTON - Meksiko meminta klarifikasi tentang pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana mengerahkan pasukan ke perbatasan kedua negara. Rencana ini diyakini bisa memicu kebuntuan terkait permasalah imigrasi dan keamanan perbatasan antara AS dan tetangganya itu.

Trump menyebut hukum di perbatasan AS "sangat lemah". Ia pun mengatakan akan mengirim militer untuk menjaga perbatasan AS dengan Meksiko sampai memiliki dinding dan keamanan yang layak.

Baca juga:
Trump Kerahkan Militer Amankan Perbatasan dengan Meksiko


Duta besar Meksiko untuk Amerika Serikat, Geronimo Gutierrez, mengatakan pemerintah Meksiko telah secara resmi meminta agar pemerintah Trump menguraikan pernyataan AS.

"Pemerintah Meksiko telah secara resmi meminta klarifikasi pernyataan presiden, baik melalui Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri," kata Gutierrez, menambahkan bahwa ia secara pribadi telah berbicara kepada Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen.

"Yang penting adalah bahwa kedua negara berbagi ide memiliki perbatasan yang aman," imbuhnya.

"Kami tidak selalu setuju tentang cara mencapai tujuan itu, dan saya berharap, dalam beberapa jam ke depan, kami akan mendapatkan klarifikasi mengenai masalah ini," tukasnya seperti dikutip dari Independent, Kamis (5/4/2018).

Gutierrez mengatakan bahwa militerisasi di perbatasan tidak akan disambut oleh Meksiko. "Namun, klarifikasi lebih lanjut oleh pemerintah Trump diperlukan untuk menentukan di mana kita berada", tambahnya.

Menteri Luar Negeri Meksiko Luis Videgaray mengatakan dalam tweet bahwa pemerintah Meksiko akan memberikan reaksinya atas dasar klarifikasi itu, dan selalu membela kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.

Selama pertemuan di Gedung Putih dengan para pemimpin negara-negara Baltik, Trump mengatakan: "Kita tidak bisa membiarkan orang-orang mengalir ke negara kita secara ilegal, menghilang dan, omong-omong, tidak pernah muncul ke pengadilan."

Selama berhari-hari, Trump kerap menyinggung permasalahan imigrasi dan keamanan perbatasan. Kemudian pada sebuah konferensi pers, presiden mengatakan dia akan segera bertemu dengan Menteri Pertahanan Jim Mattis untuk mendiskusikan pengerahan militer AS ke perbatasan.

Langkah seperti itu akan secara dramatis meningkatkan kehadiran AS di sepanjang perbatasan, yang saat ini dijaga oleh Patroli Perbatasan AS.

Salah satu penasihat Trump mengatakan kepada surat kabar bahwa presiden khawatir tentang basis politiknya karena dia belum menerima cukup dana dari Kongres untuk membiayai dinding perbatasan dan kebijakan imigrasi.

Awal bulan ini, Trump dengan enggan menandatangani RUU anggaran besar-besaran yang mengalokasikan USD1,6 miliar untuk keamanan perbatasan tahun ini, meskipun presiden pada satu titik ingin USD25 miliar untuk sepenuhnya mendanai pembangunan tembok perbatasannya.

Trump awalnya mengatakan dinding perbatasan akan dibayar oleh Meksiko. Presiden sekarang dilaporkan telah melontarkan ide untuk membuat Pentagon membayarnya karena departemen itu menerima dorongan besar dalam pendanaan di bawah anggaran.

Pada hari Rabu, Trump mendesak Kongres untuk mengubah undang-undang imigrasi.

“Undang-Undang Perbatasan kami sangat lemah sementara orang-orang Meksiko & Kanada sangat kuat,” timpal Trump.

“Kongres harus mengubah era Obama ini, dan lainnya, undang-undang sekarang! Partai Demokrat berdiri merintangi jalan kami - mereka ingin orang-orang masuk ke dalam negara kami tanpa pengawasan....jahat! Kami akan mengambil tindakan yang kuat hari ini,” tukasnya.

Tidak jelas tindakan apa yang dimaksudkan oleh Trump.
(ian)
Berita Terkait
Protes Kebijakan Imigrasi...
Protes Kebijakan Imigrasi AS, Demonstran di Meksiko Bakar Boneka Trump
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Terungkap, Trump Ingin...
Terungkap, Trump Ingin Mengebom Laboratorium Narkoba di Meksiko
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
1 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
3 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
4 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
5 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
6 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved