Bos Mossad 100 Persen Yakin Iran Berupaya Bikin Bom Nuklir

Kamis, 05 April 2018 - 05:09 WIB
Bos Mossad 100 Persen...
Bos Mossad 100 Persen Yakin Iran Berupaya Bikin Bom Nuklir
A A A
TEL AVIV - Kepala Mossad Israel, Yossi Cohen, merasa yakin 100 persen bahwa Iran komitmen untuk berupaya membuat bom nuklir. Bos intelijen tersebut menyerukan masyarakat internasional untuk mengubah atau membatalkan kesepakatan nuklir Teheran tahun 2015.

Penilaian Cohen disampaikan dalam diskusi dengan para pejabat senior Israel tentang program nuklir Iran.

Cohen menyebut kesepakatan nuklir itu sebagai "kesalahan besar". Menurutnya, kesepakatan nuklir memungkinkan Iran untuk menjaga elemen kunci dari programnya secara utuh dan akan menghilangkan hambatan lain untuk pembuatan bom nuklir dalam beberapa tahun.

"Kemudian Iran akan dapat memperkaya uranium yang cukup untuk gudang bom nuklir," kata Cohen, yang ditirukan seorang peserta diskusi yang berbicara kepada media dengan syarat anonim karena menyangkut masalah keamanan.

Cohen juga mengkritik keputusan untuk mencabut sanksi terhadap Iran yang berdampak pada perkembangan rudal balistik jarak jauh Iran yang signifikan.

"Sebagai kepala Mossad, saya 100 persen yakin bahwa Iran tidak pernah meninggalkan visi nuklir militernya. Kesepakatan ini memungkinkan Iran untuk mencapai visi itu," kata Cohen, seperti dikutip Fox News, Kamis (5/4/2018).

"Itulah mengapa saya percaya kesepakatan itu harus benar-benar diubah atau dibatalkan. Kegagalan untuk melakukannya akan menjadi ancaman besar bagi keamanan Israel."

Analisis Cohen selaras dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada saat membujuk Presiden Donald Trump menegosiasikan perubahan pada kesepakatan nuklir Teheran.

Masalah nuklir Teheran telah memicu beberapa perdebatan di internal komunitas keamanan Israel, dengan beberapa suara masih meyakini kesepakatan nuklir Iran akan menunda negara itu untuk mengembangkan bom pemusnah massal.

Israel dan Iran adalah musuh bebuyutan. Negara Yahudi itu telah mengidentifikasi Teheran sebagai ancaman utamanya, karena memiliki program nuklir dan kerap mengumbar retorika permusuhan.

Dalam wawancara baru-baru ini, pejabat militer Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa dia tahu tidak ada pelanggaran terhadap kesepakatan nuklir oleh Teheran. Kendati demikian, pihkanya akan mengamati dengan seksama dan menganggap Iran dapat beroperasi secara diam-diam.

"Jika niatnya berubah, kita akan tahu. Sekarang perjanjian, dengan semua kesalahannya, bekerja dan menunda realisasi visi nuklir Iran 10 hingga 15 tahun," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Langka, Kepala Intel...
Langka, Kepala Intel Israel Dukung Perjanjian Nuklir Iran
Eks Bos Intelijen Militer:...
Eks Bos Intelijen Militer: Israel Harus Berpikir 2 Kali Sebelum Serang Iran
Tak Mau Kalah dengan...
Tak Mau Kalah dengan Iran, Israel Gelar Latihan Intens Serang Fasilitas Nuklir Teheran
Iran Salahkan Israel...
Iran Salahkan Israel atas Sabotase Fasilitas Nuklir, Klaim Kerusakan Kecil
Jadi Ancaman Terbesar,...
Jadi Ancaman Terbesar, Israel Klaim Kebebasan Beraksi terhadap Iran
Israel: Konfrontasi...
Israel: Konfrontasi dengan Iran Hanya Masalah Waktu dan Tak Banyak Waktu
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
12 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
45 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved