Trump: Ingin Pasukan AS Tetap di Suriah, Saudi Harus Bayar

Kamis, 05 April 2018 - 00:23 WIB
Trump: Ingin Pasukan...
Trump: Ingin Pasukan AS Tetap di Suriah, Saudi Harus Bayar
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald John Trump mengatakan Arab Saudi harus membayar jika ingin pasukan Amerika Serikat (AS) tetap tinggal di Suriah. Komentar tersebut muncul setelah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman keberatan dengan rencana penarikan pasukan Washington dengan alasan untuk membendung pengaruh Iran di Timur Tengah.

"Kami hampir menyelesaikan tugas itu (mengalahkan ISIS) dan kami akan membuat tekad sangat cepat, berkoordinasi dengan orang lain di daerah itu, seperti apa yang akan kami lakukan," kata Trump saat konferensi pers bersama tiga pemimpin negara Baltik di Gedung Putih pada hari Selasa waktu Washington.

"Arab Saudi sangat tertarik dengan keputusan kami, dan saya berkata, 'Ya, Anda tahu, Anda ingin kami tinggal, mungkin Anda harus membayar'," ujar Trump.

Sebelumnya, pemimpin Amerika ini berbicara dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, melalui telepon untuk membahas berbagai masalah regional, termasuk rencana perdamaian antara Israel dan Palestina dan peluang untuk memperkuat kemitraan strategis Amerika-Saudi.

Meski Trump meminta Riyadh mendanai operasional pasukan AS di Suriah, Gedung Putih dalam sebuah pernyataan tidak menyinggung masalah pendanaan tersebut.

Ketika melakukan pembicaraan dengan Putra Mahkota Saudi pada 20 Maret 2018 lalu, pemimpin Gedung Putih itu juga tidak membahas rencananya untuk menarikan pasukan Amerika dari wilayah Suriah.

Rencana Trump sejatinya juga bertentangan dengan retorika para pejabat top AS lainnya. Menteri Pertahanan James Norman Mattis dan mantan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson pernah menjanjikan kehadiran abadi pasukan AS di Suriah pada tahun lalu.

Tapi Trump menegaskan kembali seruannya untuk mengakhiri kehadiran pasukan Pentagon di negeri Presiden Bashar al-Assad tersebut, setelah dia membuat pernyataan serupa di sebuah acara di Ohio pekan lalu.

"Saya ingin keluar. Saya ingin membawa pasukan kami kembali ke rumah," kata Trump.

"Kami melakukan banyak hal di negara ini, kami melakukannya untuk banyak alasan, tetapi itu sangat mahal untuk negara kami, dan itu membantu negara-negara lain lebih banyak daripada membantu kami," ujarnya.

Trump juga mencerca soal intervensi AS yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan biayanya yang terus meningkat.

"Anggap saja, USD7 triliun selama periode 17 tahun. Kita tidak punya apa-apa. Tidak ada apa-apa kecuali kematian dan kehancuran. Ini hal yang mengerikan. Jadi ini sudah waktunya. Ini saatnya," imbuh Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dikutip Al Jazeera, semalam (4/4/2018).

"Kami sangat sukses melawan ISIS. Kami akan berhasil melawan siapa pun secara militer. Tapi kadang-kadang sudah waktunya untuk pulang. Dan kami memikirkan hal itu dengan sangat serius."

Perang Amerika melawan ISIS di Suriah dimulai pada tahun 2014 atau di era pemerintahan Presiden Barack Obama. Operasi Washington bersama koalisi internasional tersebut meluas hingga ke Irak.
(mas)
Berita Terkait
Trump dan Presiden Suriah...
Trump dan Presiden Suriah akan Bertemu di Arab Saudi
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Donald Trump Kunjungi...
Donald Trump Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan
Trump Luncurkan Serangan...
Trump Luncurkan Serangan Skala Besar di Suriah, Targetkan ISIS
Trump Marah 2 Tentara...
Trump Marah 2 Tentara AS Dihabisi ISIS di Suriah, Berjanji Akan Balas Dendam
Bertemu Putra Mahkota...
Bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Trump akan Cabut Semua Sanksi AS pada Suriah
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
5 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
7 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
7 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
8 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
9 jam yang lalu
Infografis
Trump Tuntut Ukraina...
Trump Tuntut Ukraina Bayar Kembali Rp8.184 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved