Canda Bos Pentagon ke John Bolton: Saya Dengar Anda Jelmaan Setan

Senin, 02 April 2018 - 12:48 WIB
Canda Bos Pentagon ke...
Canda Bos Pentagon ke John Bolton: Saya Dengar Anda Jelmaan Setan
A A A
WASHINGTON - Kepala Pentagon James Norman Mattis melontarkan candaan terhadap John Bolton, calon Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) pilihan Presiden Donald Trump. Mattis bercanda dengan bertanya soal rumor bahwa Bolton merupakan penjelmaan setan.

John Bolton resmi bertugas pada 9 April 2018 mendatang menggantikan Jenderal HR McMaster yang mengaku pensiun, meski laporan media menyabut dia sebenarnya dicopot Presiden Trump.

Bolton yang dengan latar belakang neokonservatif sempat dikhawatirkan akan memicu friksi antara Departemen Pertahanan atau Pentagon dengan Gedung Putih. Namun, Mattis mengaku tidak khawatir bermitra dengan sosok yang pernah meminta Israel membombardir Iran tersebut.

Mattis bertemu dengan Bolton untuk pertama kalinya pada hari Kamis lalu. Dia mengaku tidak khawatir bekerjasama dengan "elang militer" terkenal AS yang sebelumnya mengundurkan diri sebagai duta besar Washington untuk PBB di era Presiden George W. Bush itu.

"Terakhir kali saya memeriksanya, dia orang Amerika. Saya bisa bekerja dengan orang Amerika, oke?," katanya seperti dikutip The Hill, Senin (2/4/2018).

Ketika bertemu Bolton di tangga Pentagon pekan lalu, mikrofon Mattis nyaring terdengar di kalangan wartawan bahwa dia melontarkan candaan yang tidak biasa."Terima kasih sudah datang. Senang akhirnya bisa bertemu dengan Anda. Saya dengar Anda sebenarnya adalah penjelmaan setan," kata Mattis dalam candaannya.

Gurauan Mattis ditafsirkan oleh orang dalam Pentagon sebagai pertanda baik. Namun, beberapa pejabat lain menganggap kedua tokoh ini ibarat minyak dan air yang pada akhirnya salah satunya tidak akan setuju pada sebagian besar isu-isu kunci, termasuk krisis nuklir Korea Utara.

"Saya tidak berpikir mereka akan akur," kata sumber pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya kepada The Hill."Saya pikir mereka akan berselisih."

Bolton, 69, yang dianggap sebagai sosok yang mempopulerkan Ronald Reagan, telah berkali-kali menyerukan serangan militer pre-emptive pada DPRK atau Korea Utara.

Sedangkan Mattis yang sudah pengalaman dalam perang AS di berbagai negara hingga kini secara konsisten mendukung diplomasi sebagai cara terbaik untuk memecahkan masalah, termasuk krisis Korea Utara.

"Bolton memiliki kekurangan yang signifikan, ia tidak memiliki pemahaman pribadi tentang bagaimana ide-ide strategis dan (dampak) keputusan di lapangan," kata Letnan Kolonel Daniel Davis, seorang pensiunan perwira Pentagon kepada The Hill.

"Saya tidak berpikir (Bolton) memiliki pemahaman yang sangat bagus tentang apa artinya itu untuk menyerang DPRK, bagaimana (serangan) itu sangat berdampak pada kepentingan kita sendiri," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
23 menit yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
1 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
3 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
4 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved