Putin Bungkam, Inggris Sebut Rusia Remehkan Respon Barat

Kamis, 29 Maret 2018 - 05:55 WIB
Putin Bungkam, Inggris...
Putin Bungkam, Inggris Sebut Rusia Remehkan Respon Barat
A A A
LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mengatakan, Kremlin telah meremehkan reaksi Barat terkait serangan terhadap Sergei Skripal dan putrinya. Skripal adalah mantan agen ganda Rusia yang terkena serangan racun di Salisburry, Inggris.

Johnson mengatakan 27 negara kini telah mengusir diplomat Rusia atas dugaan keterlibatan Moskow dalam serangan itu. Tuduhan ini berulangkali disangkal oleh Moskow.

"Pengusiran ini merupakan saat ketika suatu perasaan tiba-tiba mengkristal, ketika kejengkelan selama bertahun-tahun dan aksi provokasi telah menggunakan kesabaran kolektif mencapai titik puncak, dan di mana seluruh dunia - di tiga benua - ada negara-negara yang bersedia mengatakan cukup sudah cukup," kata Johnson.

“Jika mereka (Rusia) percaya bahwa kami telah menjadi sangat lemah secara moral, sangat tergantung pada hidrokarbon, sehingga mempertaruhkan risiko kronis dan begitu ketakutan terhadap Rusia sehingga kami tidak akan berani menanggapi, maka ini adalah jawaban untuk mereka,” tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/3/2018).

Putin, yang tengah berurusan dengan kebakaran pusat perbelanjaan mematikan di Siberia, belum menanggapi pengusiran para diplomat Rusia. Meskipun begitu, Moskow telah mengancam akan melakukan tindakan pembalasan terhadap Barat.

"Analisis tentang semua situasi menuntun kita untuk memikirkan kemungkinan keterlibatan dari dinas intelijen Inggris," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan sebelum pengumuman oleh polisi Inggris.

"Jika bukti yang meyakinkan untuk sebaliknya tidak disampaikan kepada pihak Rusia, kami akan mempertimbangkan bahwa kami berurusan dengan upaya ancaman terhadap kehidupan warga negara kami sebagai akibat provokasi politik besar-besaran," imbuh Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pengadilan London pekan lalu memberikan izin untuk pengambilan sampel darah dari Skripal agar diperiksa oleh inspektur senjata kimia. Ini dilakukan guna mengkonfirmasi kesimpulan oleh Inggris bahwa zat saraf militer telah digunakan.

Seorang dokter tidak dikenal yang merawat Skripal mengatakan mereka berdua sangat terbius dan tidak dapat berkomunikasi. Karenanya tidak mungkin untuk menilai kapan atau sejauh mana kemampuan mental, menurut keputusan pengadilan.

Skripal, yang berhasil dipengaruhi oleh mata-mata Inggris saat berada di Spanyol, tinggal di Inggris setelah pertukaran mata-mata Perang Dingin yang membawa 10 mata-mata Rusia ditangkap di Amerika Serikat kembali ke Moskow dengan ditukar oleh orang-orang yang dituduh oleh Moskow sebagai mata-mata untuk Barat.

Sejak muncul dari dunia John le Carre tentang spionase dan pengkhianatan yang tinggi, Skripal hidup sederhana di kota katedral Inggris Salisbury dan terus keluar dari sorotan sampai dia ditemukan pingsan pada tanggal 4 Maret.

Serangan terhadap Skripal telah disamakan di Inggris dengan pembunuhan mantan agen KGB Alexander Litvinenko, seorang pengkritik Putin. Litvinenko meninggal di London pada 2006 setelah meminum teh hijau dicampur dengan radioaktif polonium 210.

Rusia membantah terlibat dalam pembunuhan itu.

Penyelidikan yang dipimpin oleh hakim senior Inggris Robert Owen menemukan bahwa mantan pengawal KGB Andrei Lugovoy dan agen Rusia lainnya, Dmitry Kovtun, melakukan pembunuhan sebagai bagian dari operasi yang mungkin diperintahkan oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).

Polisi Inggris mengatakan mereka akan terus memfokuskan pertanyaan mereka di sekitar alamat rumah Skripal karena penyelidikan berlanjut.
(ian)
Berita Terkait
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
Warga Inggris Rela Bergabung...
Warga Inggris Rela Bergabung dengan Ukraina untuk Perang Lawan Invasi Rusia
Rusia Blokir 25 Juta...
Rusia Blokir 25 Juta Ton Jagung, Dubes Inggris Harap Misi Perdamaian Jokowi Sukses
Miris, Pemerintah Inggris...
Miris, Pemerintah Inggris Bikin Chelsea Makin Teriris
Pasukan Inggris Akan...
Pasukan Inggris Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia Sanksi 25 Warga...
Rusia Sanksi 25 Warga Inggris
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
22 menit yang lalu
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
3 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
4 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
5 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved