120.000 Orang Telah Dievakuasi dari Ghouta dalam 8 Hari
Sabtu, 24 Maret 2018 - 17:33 WIB
120.000 Orang Telah Dievakuasi dari Ghouta dalam 8 Hari
A
A
A
DAMASKUS - Sebanyak 120 ribu orang sejauh ini telah dievakuasi dari wilayah-wilayah yang dikuasai pejuang Suriah di daerah Ghouta timur. Demikian laporan yang dikeluarkan kelompok pemantau.
"Gelombang terakhir pengungsi adalah total 2.450 orang yang mencapai daerah yang dikendalikan pemerintah melalui Wafidin menyeberangi timur laut Damaskus pada hari Jumat," menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, SOHR, seperti disitat dari Xinhua, Sabtu (24/3/2018).
Warga sipil telah melarikan diri dari Ghouta Timur sejak 14 Maret lalu, dan jumlahnya terus meningkat setiap kali tentara Suriah merebut daerah baru di daerah yang luas itu.
Ini terjadi karena semakin banyak wilayah di Ghouta Timur yang jatuh ke tangan pasukan Suriah. Selain itu, kelompok pejuang setuju untuk mengevakuasi posisi mereka ke wilayah yang dikuasai pejuang di provinsi barat laut Idlib.
Pasukan Suriah telah merebut lebih dari 80 persen daerah itu sejak melepaskan serangan besar-besaran untuk mengusir kelompok pejuang pada akhir bulan lalu.
Ghouta Timur, sebuah wilayah pertanian seluas 105 mil persegi yang terdiri dari beberapa kota dan lahan pertanian, menjadi ancaman terakhir bagi Ibu Kota Damaskus. Wilayah ini dekat dengan lingkungan yang dikontrol pemerintah di timur Damaskus. Serangan mortir kerap terjadi yang menargetkan daerah pemukiman di Ibu Kota, mendorong warga untuk mengungsi ke pinggiran Damaskus.
Empat kelompok utama pejuang Suriah saat ini diposisikan di dalam Ghouta Timur, yaitu Tentara Islam, Failaq al-Rahman, Ahrar al-Sham, dan Komite Pembebasan Suriah, yang dikenal sebagai Front Nusra yang terkait al-Qaeda.
Badan-badan kemanusiaan PBB telah membunyikan alarm tentang situasi kemanusiaan yang memburuk bagi 400 ribu orang di wilayah itu, di mana aktivis mengatakan sekitar 1.000 orang telah tewas sejak akhir bulan lalu oleh pemboman berat dan bentrokan militer di daerah Ghouta Timur.
"Gelombang terakhir pengungsi adalah total 2.450 orang yang mencapai daerah yang dikendalikan pemerintah melalui Wafidin menyeberangi timur laut Damaskus pada hari Jumat," menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, SOHR, seperti disitat dari Xinhua, Sabtu (24/3/2018).
Warga sipil telah melarikan diri dari Ghouta Timur sejak 14 Maret lalu, dan jumlahnya terus meningkat setiap kali tentara Suriah merebut daerah baru di daerah yang luas itu.
Ini terjadi karena semakin banyak wilayah di Ghouta Timur yang jatuh ke tangan pasukan Suriah. Selain itu, kelompok pejuang setuju untuk mengevakuasi posisi mereka ke wilayah yang dikuasai pejuang di provinsi barat laut Idlib.
Pasukan Suriah telah merebut lebih dari 80 persen daerah itu sejak melepaskan serangan besar-besaran untuk mengusir kelompok pejuang pada akhir bulan lalu.
Ghouta Timur, sebuah wilayah pertanian seluas 105 mil persegi yang terdiri dari beberapa kota dan lahan pertanian, menjadi ancaman terakhir bagi Ibu Kota Damaskus. Wilayah ini dekat dengan lingkungan yang dikontrol pemerintah di timur Damaskus. Serangan mortir kerap terjadi yang menargetkan daerah pemukiman di Ibu Kota, mendorong warga untuk mengungsi ke pinggiran Damaskus.
Empat kelompok utama pejuang Suriah saat ini diposisikan di dalam Ghouta Timur, yaitu Tentara Islam, Failaq al-Rahman, Ahrar al-Sham, dan Komite Pembebasan Suriah, yang dikenal sebagai Front Nusra yang terkait al-Qaeda.
Badan-badan kemanusiaan PBB telah membunyikan alarm tentang situasi kemanusiaan yang memburuk bagi 400 ribu orang di wilayah itu, di mana aktivis mengatakan sekitar 1.000 orang telah tewas sejak akhir bulan lalu oleh pemboman berat dan bentrokan militer di daerah Ghouta Timur.
(ian)