Kremlin Sebut Skripal Tidak Berharga Bagi Rusia

Kamis, 22 Maret 2018 - 13:44 WIB
Kremlin Sebut Skripal...
Kremlin Sebut Skripal Tidak Berharga Bagi Rusia
A A A
MOSKOW - Mantan agen ganda Sergei Skripal, yang saat ini tengah kritis setelah diracun, tidak berharga bagi Rusia setelah diserahkan ke Inggris. Hal itu ditegaskan oleh juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov.

Peskov juga menunjukkan bahwa Rusia tidak memiliki motif untuk menargetkan Skripal, yang ditemukan tidak sadarkan diri dengan putrinya di Salisbury pada awal Maret. Inggris menuduh Rusia meracuni mereka dengan agen saraf era Soviet.

“Dia diserahkan ke Inggris sebagai hasil dari pertukaran. Jadi, mengapa Rusia harus menyerahkan laki-laki yang penting atau yang bernilai apa pun? Itu tidak terbayangkan. Jika dia diserahkan, Rusia telah selesai dengannya. Dia memiliki nilai nol atau tidak penting," kata Peskov, mengacu pada pertukaran mata-mata di mana Rusia membebaskan empat mata-mata Inggris, termasuk Skripal, dengan imbalan 10 agen Rusia.

Ia juga mengatakan bahwa Skripal harus disebut "mata-mata Inggris" saat ia ini bekerja untuk badan intelijen MI6.

"Dia adalah warga negara Rusia, tetapi dia bukan mata-mata Rusia," tegasanya.

Peskov juga mengatakan bahwa pihak berwenang Inggris terlalu terburu-buru menyalahkan Rusia tanpa melakukan penyelidikan atas serangan itu.

"Tuduhan pertama datang dari politisi hanya beberapa jam setelah kecelakaan bahwa kemungkinan besar, Rusia bertanggung jawab atas upaya pembunuhan itu," ujar Peskov.

"Dan sekarang kita melihat kata-kata para ahli dari Organisasi untuk Larangan Kimia Senjata yang mengatakan bahwa pemeriksaan awal agen ini akan memakan waktu sekitar tiga minggu. Apakah ini kontradiktif? Ya itu," imbuhnya seperti dikutip dari RT, Kamis (22/3/2018).

Peskov lantas mengutip pernyataan Putin, yang mengatakan tentang masalah ini.

"Kita tidak segila untuk berpikir tentang sesuatu semacam itu (meracun Skripal) sebelum pemilihan presiden (pada 18 Maret) dan sebelum acara global penting seperti kejuaraan sepakbola (di musim panas)," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
Warga Inggris Rela Bergabung...
Warga Inggris Rela Bergabung dengan Ukraina untuk Perang Lawan Invasi Rusia
Rusia Blokir 25 Juta...
Rusia Blokir 25 Juta Ton Jagung, Dubes Inggris Harap Misi Perdamaian Jokowi Sukses
Miris, Pemerintah Inggris...
Miris, Pemerintah Inggris Bikin Chelsea Makin Teriris
Pasukan Inggris Akan...
Pasukan Inggris Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia Sanksi 25 Warga...
Rusia Sanksi 25 Warga Inggris
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
21 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved