Rusia Sebut AS Ciptakan Tempat Aman bagi Teroris di Suriah
Sabtu, 03 Maret 2018 - 15:17 WIB
Rusia Sebut AS Ciptakan Tempat Aman bagi Teroris di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Alexander Fomin menyatakan, pasukan operasi khusus Amerika Serikat (AS) dan unit militer lainnya telah berkontribusi dalam penciptaan tempat yang aman bagi teroris di al-Tanf, Suriah barat.
Berbicara kepada jaringan berita TV Rusia Rossiya 24, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (3/3), Fomin mengatakan, Washington menggunakan zona yang dikontrolnya di Suriah barat sebagai tempat berlindung bagi teroris.
"Kami prihatin dengan situasi di zona keamanan sepanjang 55 kilometer di dekat pemukiman al-Tanf, yang terletak di perbatasan dengan Irak di Suriah barat, di mana tempat berlindung untuk teroris pada kenyataannya telah dibuat, dan mereka dipersiapkan untuk serangan yang diperlukan," ucap Formin.
Fomin kemudian menyebut, semua ini dilakukan di bawah kepemimpinan pasukan operasi khusus dan unit lain yang berada di AS.
Selain itu, dia menyebutkan, krisis kemanusiaan saat ini terjadi di kamp pengungsi Rukban di Suriah barat di pinggiran al-Tanf. Dia menganggap bencana kemanusiaan ini karena keengganan militer AS untuk mengizinkan konvoi kemanusiaan memasuki Rukban.
Pada bulan November 2017, Pusat Perdamaian untuk Rekonsiliasi Rusia di Suriah melaporkan, dengan menciptakan zona keamanannya sendiri di dekat pangkalan yang didirikan AS di al-Tanf dan mendeklarasikan wilayah tersebut di luar batas, Washington telah mengisolasi lebih dari 50 ribu orang dalam keadaan yang mengerikan.
Moskow kemudian menawarkan Washington untuk bersama-sama menjamin keamanan pasokan kemanusiaan ke Rukban. Koalisi pimpinan AS setuju untuk bekerja sama, namun mengklaim bahwa mereka belum mendapat konfirmasi bahwa pihak berwenang Suriah siap untuk mengizinkan konvoi kemanusiaan bergerak ke kamp pengungsian.
Berbicara kepada jaringan berita TV Rusia Rossiya 24, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (3/3), Fomin mengatakan, Washington menggunakan zona yang dikontrolnya di Suriah barat sebagai tempat berlindung bagi teroris.
"Kami prihatin dengan situasi di zona keamanan sepanjang 55 kilometer di dekat pemukiman al-Tanf, yang terletak di perbatasan dengan Irak di Suriah barat, di mana tempat berlindung untuk teroris pada kenyataannya telah dibuat, dan mereka dipersiapkan untuk serangan yang diperlukan," ucap Formin.
Fomin kemudian menyebut, semua ini dilakukan di bawah kepemimpinan pasukan operasi khusus dan unit lain yang berada di AS.
Selain itu, dia menyebutkan, krisis kemanusiaan saat ini terjadi di kamp pengungsi Rukban di Suriah barat di pinggiran al-Tanf. Dia menganggap bencana kemanusiaan ini karena keengganan militer AS untuk mengizinkan konvoi kemanusiaan memasuki Rukban.
Pada bulan November 2017, Pusat Perdamaian untuk Rekonsiliasi Rusia di Suriah melaporkan, dengan menciptakan zona keamanannya sendiri di dekat pangkalan yang didirikan AS di al-Tanf dan mendeklarasikan wilayah tersebut di luar batas, Washington telah mengisolasi lebih dari 50 ribu orang dalam keadaan yang mengerikan.
Moskow kemudian menawarkan Washington untuk bersama-sama menjamin keamanan pasokan kemanusiaan ke Rukban. Koalisi pimpinan AS setuju untuk bekerja sama, namun mengklaim bahwa mereka belum mendapat konfirmasi bahwa pihak berwenang Suriah siap untuk mengizinkan konvoi kemanusiaan bergerak ke kamp pengungsian.
(esn)