Polisi Thailand Gerebek Kursus Berhubungan Seks

Selasa, 27 Februari 2018 - 15:09 WIB
Polisi Thailand Gerebek...
Polisi Thailand Gerebek Kursus Berhubungan Seks
A A A
BANGKOK - Polisi Thailand menggerebek sebuah kursus di hotel yang ajarkan para turis melakukan hubungan seks hingga klimaks. Lebih dari 30 turis Rusia membayar 450 poundsterling untuk menonton adegan asusila itu.

Penggerebekan itu membuat seorang wanita marah dan menyerang petugas polisi.

Instruktur Kinky—gabungan antara wanita dan pria muda—menunjukkan kepada 33 orang Rusia bagaimana membuat pasangan mereka mencapai klimaks dalam berhubungan badan.

Kursus yang diadakan di hotel Ibis di Pattaya, Thailand, tadi malam, dijalankan oleh Alex Lesley, mantan anggota KGB yang ingin melawan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pemilu nanti.

Lesley telah menulis delapan buku laris tentang rayuan termasuk “Life without Panties”. Dia mengelola berbagai kursus di Moskow.

Peserta di kursus Pattaya akan menerima sertifikat yang menyatakan bahwa mereka adalah pakar seks setelah mengikuti kelas tersebut. Namun staf di hotel berkelas tersebut menjadi curiga saat mendengar suara aneh dari sebuah ruangan dan menghubungi petugas polisi.

Polisi tiba sekitar pukul 23.00 malam dan menggerebak kursus terselubung itu. Sebanyak 10 instruktur—beberapa di antaranya mengenakan kaus dan yang lainnya bercelana pendek pink—ditangkap dan dibawa ke kantor polisi setempat.

Kepala Polisi Pattaya Kolonel Polisi Apichai Krobpetch telah mengonfirmasi penggerebekan tersebut.”Petugas tiba di hotel pada pukul 23.00 malam dan menemukan gerombolan Rusia telah menyewa sebuah kamar untuk mengadakan kursus pelatihan untuk seks,” katanya, seperti dikutip Mirror, Selasa (27/2/2018).

”Ini adalah kursus pendidikan seks ilegal,” katanya lagi.

”Empat puluh tiga orang hadir termasuk sepuluh instruktur yang sedang mendemonstrasikan seks,” ujarnya. ”Para peserta tidak bersalah atas pelanggaran apapun dan mereka kemudian dibebaskan.”

”Sepuluh instruktur dibawa ke kantor polisi untuk diproses,” imbuh dia.

Seorang pejabat polisi setempat, Letnan Kolonel Polisi Piyapong Ensarn mengatakan penggerebekan diwarnai perlawanan. ”Salah satu wanita yang menjalankan kelas (kursus) marah saat polisi tiba. Mereka mengira kita seharusnya tidak berada di sana,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Tentara Bayaran Rusia...
Tentara Bayaran Rusia Disebut Bantu Perang Kamboja Melawan Thailand, Moskow Angkat Bicara
Meski Dihujat, Ini 3...
Meski Dihujat, Ini 3 Alasan Thailand Ingin Gabung BRICS dalam Waktu Dekat
Moskow Dihujani Sanksi,...
Moskow Dihujani Sanksi, Ribuan Turis Rusia Terjebak di Thailand
Didukung Rusia, Tetangga...
Didukung Rusia, Tetangga Indonesia Ini Resmi Ajukan Diri Gabung BRICS
4 Negara Asia Tenggara...
4 Negara Asia Tenggara Sekutu Rusia, Siapa Saja?
Negara Asia Tenggara...
Negara Asia Tenggara Ini Ingin Gabung BRICS
Berita Terkini
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
8 menit yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
49 menit yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
1 jam yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
2 jam yang lalu
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
3 jam yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved