Teriakan 'Bibi Pulang!', Warga Israel Tuntut Netanyahu Lengser

Minggu, 25 Februari 2018 - 14:56 WIB
Teriakan Bibi Pulang!,...
Teriakan 'Bibi Pulang!', Warga Israel Tuntut Netanyahu Lengser
A A A
TEL AVIV - Sekitar 1.500 warga Israel berunjuk rasa di pusat kota Tel Aviv menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Netanyahu diduga terlibat korupsi dan sebuah rekomendasi polisi Israel untuk mendakwa Netanyahu telah diajukan baru-baru ini.

Teriakan "Bibi Netanyahu pulang ke rumah" terdengar dari kerumunan warga Israel yang melakukan demonstrasi korupsi anti pemerintah mingguan mereka di Tel Aviv. Mereka mengibarkan tanda bertuliskan 'Bibi, Anda tidak berada di atas hukum,' "Cinta Israel, berpisah dengan Netanyahu,'. Mereka juga meneriakkan, "Sebuah negara mafia dan seorang Perdana Menteri yang korup."

Awal bulan ini, polisi Israel merekomendasikan agar Benjamin Netanyahu didakwa atas tuduhan penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan. Meskipun mendapat tekanan dan seruan untuk mengundurkan diri, Netanyahu mempertahankan kepolosannya, yang semakin memperburuk kemarahan publik.

"Dulu, kapan pun ada rekomendasi dakwaan dengan polisi, politisi biasa mengundurkan diri. Sangat sulit melihat Bibi mengundurkan diri. Dia bukan tipe orang yang mengundurkan diri," kata seorang pemrotes.

"Saya datang ke sini untuk memprotes dan membela demokrasi di Israel karena penting bagi orang untuk memerangi korupsi dimanapun karena pemerintah di sini lupa bahwa mereka perlu melayani kita dan bukan kita perlu melayani mereka," kata seorang aktivis lain yang hadir dalam aksi tersebut seperti dikutip dari RT, Minggu (25/2/2018).

Polisi sebelumnya mengumumkan bahwa mereka mengumpulkan bukti yang cukup untuk memulai proses hukum terhadap perdana menteri dalam dua penyelidikan terpisah - Kasus 1000 dan Kasus 2000. Meskipun rekomendasinya diajukan ke jaksa agung, mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan sebelum keputusan dibuat.

Kasus 1000 menuduh bahwa Netanyahu, bersama dengan istrinya Sara, menerima hadiah mewah senilai ribuan dolar dari produser Hollywood Arnon Milchan dan miliarder Australia James Packer, dengan imbalan bantuan. Penyelidikan lainnya berkisar pada kecurigaan Netanyahu berkomplot dengan pemilik surat kabar terlaris Israel, Arnon Mozes, untuk mendapatkan liputan yang lebih positif tentang dirinya sendiri. Netanyahu berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan "tidak berdasar."
(ian)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
2 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
6 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
7 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
8 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
9 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved