Buntut Penembakan Florida, Perusahaan Ramai-ramai Ceraikan NRA

Minggu, 25 Februari 2018 - 14:29 WIB
Buntut Penembakan Florida,...
Buntut Penembakan Florida, Perusahaan Ramai-ramai Ceraikan NRA
A A A
NEW YORK - Penembakan massal yang menewaskan 17 siswa di SMA Florida berbuntut panjang. Sejumlah perusahaan dikabarkan memutuskan hubungan dengan organisasi senjata api Amerika Serikat (AS), NRA.

Delta Air Lines dan United Airlines menjadi perusahaan besar terakhir yang memutuskan hubungan pemasaran dengan NRA.

Eksodus sejumlah perusahaan, mulai dari perusahaan asuransi besar hingga merek sewa mobil dan perusahaan angkutan rumah tangga, dimulai setelah NRA melancarkan serangan balik terhadap kampanye yang dipimpin mahasiswa untuk undang-undang senjata AS yang lebih ketat.

NRA menanggapi hal itu dengan mengatakan bahwa anggotanya sedang dihukum, namun tidak akan takut diintimidasi, oleh apa disebutnya sebagai penampilan pengecut yang memalukan dari politisi dan warga sipil dari beberapa perusahaan.

Lewat akun Twitternya, Delta Air Lines dan United Airlines mengatakan mereka tidak lagi menawarkan potongan harga kepada anggota NRA. Mereka juga meminta NRA untuk menghapus informasi perusahaan mereka dari situs NRA, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (25/2/2018).

Isu pengendalian senjata dan peran NRA dalam menentangnya menjadi fokus perdebatan nasional. Perdebatan ini kembali menyeruak setelah seorang mantan siswa membunuh 17 orang pada 14 Februari di Marjory Stoneman Douglas High School di pinggiran Fort Lauderdale Parkland. Pelaku menggunakan senapan serbu AR-15 yang dia beli secara legal.

Juru bicara NRA mengecam para pendukung pengontrolan senjata, dengan alasan bahwa elit Demokrat mempolitisir penembakan mematikan di Florida untuk mengikis hak pemilik senjata.

Eksodus mitra korporasi NRA dimulai pada Kamis lalu ketika tiga merek mobil sewaan milik Enterprise Holdings Inc mengatakan bahwa mereka telah mengakhiri program diskon. Disusul First National Bank of Omaha mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memperpanjang kontrak NRA untuk mengeluarkan kartu Visa merek bersama.

Pada hari Jumat, daftar pembelot tumbuh termasuk Symantec Corp (SYMC.O), yang mengakhiri program diskon untuk produk pencurian identitas LifeLock. Perusahaan keamanan rumah SimpliSafe dan Hertz Corp juga menghentikan program diskon.

Chubb Ltd (CB.N) mengatakan akan menghentikan penjaminan polis asuransi merek NRA untuk pemilik senjata yang mencakup biaya legal dalam penembakan bunuh diri. Perusahaan asuransi lain, MetLife Inc, juga mengatakan telah mengakhiri program insentif mobil dan rumah untuk anggota NRA. Dan Van Lines Amerika Utara mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus hubungan afiliasinya dengan NRA.

Amandemen Kedua Konstitusi AS melindungi hak warga Amerika untuk memiliki senjata. NRA, yang telah lama menggunakan sumbangan kampanye dan lobi efektif untuk menguasai pengaruh politik, berpendapat bahwa pengendalian senjata yang lebih ketat akan mengikis hak-hak individu.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
22 menit yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
47 menit yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
1 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
1 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
2 jam yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
3 jam yang lalu
Infografis
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Universitas Florida Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved