Buku Anak-anak Israel Bercerita kalau Lebanon Miliki Zionis
Minggu, 06 Oktober 2024 - 18:28 WIB
loading...
Buku anak-anak Israel bercerita kalau Lebanon milik Zionis. Foto/The Jerusalem Post
A
A
A
TEL AVIV - Pemukim Israel telah menerbitkan buku anak-anak baru yang mempropagandakan Lebanon sebagai milik Israel. Itu terjadi saat negara Zionis itu terus maju dengan serangan yang direncanakan terhadap tetangganya di utara di tengah tujuan kelompok pemukim Israel untuk menjajah dan menetap di wilayah Lebanon.
Dalam video viral yang telah beredar di X dan situs media sosial lainnya, seorang ayah pemukim Israel terlihat membacakan buku untuk putranya yang masih kecil, berjudul 'Alon dan Lebanon'. Buku ini kabarnya berdasarkan kisah fiksi seorang anak laki-laki Israel bernama Alon, yang tumbuh di kibbutz Misgav Am di perbatasan dengan Lebanon.
Setelah ia dan keluarganya diusir dari pemukiman tersebut karena konflik yang meningkat di perbatasan, Alon merindukan pemandangan indah Lebanon dari jendela kamar tidurnya. Ia mengatakan dalam buku tersebut bahwa "Ini Lebanon, indah sekali. Saya suka pergi ke Lebanon dan berjalan-jalan di sana".
Namun, ketika ia diberi tahu bahwa "Itu berbahaya; Anda tidak bisa pergi ke sana; itu belum menjadi milik kita", buku tersebut kemudian menceritakan bahwa "Alon berpikir dan berkata, Lebanon adalah milik kita."
Ditulis oleh Amos Azariah, seorang dosen di Universitas Ariel di pemukiman ilegal Tepi Barat, buku tersebut kabarnya diterbitkan oleh kelompok pemukim ekstremis 'Uri Tzafon'.
Dalam video viral yang telah beredar di X dan situs media sosial lainnya, seorang ayah pemukim Israel terlihat membacakan buku untuk putranya yang masih kecil, berjudul 'Alon dan Lebanon'. Buku ini kabarnya berdasarkan kisah fiksi seorang anak laki-laki Israel bernama Alon, yang tumbuh di kibbutz Misgav Am di perbatasan dengan Lebanon.
Setelah ia dan keluarganya diusir dari pemukiman tersebut karena konflik yang meningkat di perbatasan, Alon merindukan pemandangan indah Lebanon dari jendela kamar tidurnya. Ia mengatakan dalam buku tersebut bahwa "Ini Lebanon, indah sekali. Saya suka pergi ke Lebanon dan berjalan-jalan di sana".
Namun, ketika ia diberi tahu bahwa "Itu berbahaya; Anda tidak bisa pergi ke sana; itu belum menjadi milik kita", buku tersebut kemudian menceritakan bahwa "Alon berpikir dan berkata, Lebanon adalah milik kita."
Ditulis oleh Amos Azariah, seorang dosen di Universitas Ariel di pemukiman ilegal Tepi Barat, buku tersebut kabarnya diterbitkan oleh kelompok pemukim ekstremis 'Uri Tzafon'.
Lihat Juga :