AS Bakal Umumkan Sanksi Baru untuk Korut

Jum'at, 23 Februari 2018 - 11:37 WIB
AS Bakal Umumkan Sanksi...
AS Bakal Umumkan Sanksi Baru untuk Korut
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Trump berencana untuk mengumumkan sanksi baru untuk Korea Utara (Korut), Jumat waktu setempat atau Sabtu dini hari nanti. Sanksi terbaru itu disebut-sebut sebagai sanksi terberat yang pernah dijatuhkan guna memberikan tekanan kepada Korut atas uji coba nuklir dan rudal balistiknya.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, diperkirakan akan mengumumkan sanksi baru tersebut pada pidato di Konferensi Aksi Politik Konservatif, dan Departemen Keuangan akan membahas rinciannya di kemudian hari.

Seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara tanpa menyebut nama, menyebut hukuman baru tersebut sebagai paket sanksi baru terbesar terhadap rezim Korut. Namun pejabat tersebut tidak memberikan rincian dari paket sanksi baru tersebut seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/2/2018).

Sebelumnya, Wakil Presiden Mike Pence telah melihat menyinggung rencana tersebut dua minggu yang lalu ketika dia berbicara di Tokyo dalam perjalanan ke Korea Selatan (Korsel) untuk pembukaan Olimpiade Musim Dingin. Kala itu Pence mengatakan bahwa sanksi yang akan baru itu akan segera diumumkan.

Baca juga:
Lagi, AS Bakal Jatuhkan Sanksi Berat untuk Korut


Pada hari Kamis, Pence kembali menyinggung permasalahan Korut dalam sambutannya pada pertemuan CPAC di pinggiran kota Washington. Ia menyebut Kim Jo-yong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong-un, adalah pilar utama rezim paling tirani dan menindas di planet ini.

Baca juga:
Wapres AS: Adik Kim Jong-un Bagian Keluarga Jahat


Kim Jo-yong menghadiri pembukaan Olimpiade di Pyeongchang dan mendapat sambutan karpet merah dari Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in, namun mendapat tanggapan dingin dari Pence. Putri Trump, Ivanka Trump, penasihat senior Gedung Putih, dijadwalkan menghadiri penutupan Olimpiade akhir pekan ini.

"Kami berdiri melawan untuk membunuh kediktatoran. Dan kita akan tetap berdiri teguh sampai Korea Utara berhenti mengancam negara kita, sekutu kita atau sampai mereka meninggalkan rudal nuklir dan balistik mereka untuk selamanya," kata Pence.

Korut sejauh ini menolak kampanye "tekanan maksimum" yang dipimpin oleh AS untuk mencoba memaksa Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, dalam sebuah pidato di University of Chicago mengatakan bahwa sanksi memiliki dampak karena Korut sekarang hanya memiliki sedikit uang untuk dibelanjakan pada tes rudal balistiknya.

"Fakta ini, lebih dari hal lain, yang mendorong rezim Kim untuk menjangkau Korea Selatan dan melakukan kontrol kerusakan hubungan masyarakat di Olimpiade," katanya.

"Sumber pendapatan mereka mengering. Mengirim pemandu sorak ke Pyeongchang adalah tanda putus asa, bukan kebanggaan nasional," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
AS Tanggapi Santai Peluncuran...
AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
AS Cs Kutuk Peluncuran...
AS Cs Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Wapres AS akan ke Korsel,...
Wapres AS akan ke Korsel, Korut Tembakan Rudal Balistik
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Lagi, Korea Utara Tembakkan...
Lagi, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
1 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
2 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
3 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
4 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved