Asisten Siap Berkicau Netanyahu Terlibat Korupsi

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:56 WIB
Asisten Siap Berkicau...
Asisten Siap Berkicau Netanyahu Terlibat Korupsi
A A A
TEL AVIV - Salah satu orang kepercayaan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah membuat kesepakatan untuk mengubah kesaksiannya. Ia dilaporkan setuju untuk memberatkan Netanyahu dalam kasus dugaan korupsi seperti dilaporkan media Israel.

Polisi tidak mengkonfirmasi apakah Shlomo Filber akan bersaksi melawan Netanyahu. Namun semua media besar Israel mengatakan bahwa kesepakatan untuk melakukannya telah tercapai.

Filber, mantan direktur kementerian komunikasi di bawah Netanyahu, ditangkap karena dicurigai mendorong peraturan senilai ratusan juta dolar ke perusahaan telekomunikasi Bezeq. Sebagai gantinya, situs berita Bezeq Walla! diduga memberikan liputan yang menguntungkan Netanyahu dan keluarganya.

Laporan tersebut muncul tak lama setelah sebuah tuduhan bahwa seorang kepercayaan Netanyahu yang berbeda mencoba menyuap hakim dengan imbalan menjatuhkan kasus korupsi terhadap istri Netanyahu.

Perdana menteri, yang juga menteri komunikasi sampai tahun lalu, belum ditetapkan sebagai tersangka, meski kemungkinan akan segera diinterogasi. Netanyahu sendiri menyangkal semua tuduhan tersebut. Ia menyebut tuduhan itu bagian dari "perburuan penyihir" media, dan telah bersumpah untuk melanjutkan pemerintahannya.

Tapi menteri senior kabinet Netanyahu dari partai Likud yang berkuasa, yang sampai saat ini dengan patuh membelanya, sebagian besar memilih bungkam. Netanyahu tampil pucat dalam video yang dirilis Selasa malam, saat dia menggambarkan klaim tersebut sebagai "kegilaan total".

"Ini adalah hari-hari terakhir pemerintahan Benjamin Netanyahu," kata Aluf Benn, pemimpin redaksi surat kabar Haaretz, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (21/2/2018).

Kolumnis terkemuka lainnya menyebut jika Filber mengatakan semua yang ia ketahui, Netanyahu mungkin akan lebih peduli untuk menghindari hukuman penjara daripada tetap berada di kantornya.

Nahum Barnea menulis di surat kabar Yediot Ahronot: "Bila begitu banyak awan gelap menumpuk di langit, kemungkinan hujan sangat tinggi."

"Penampilannya melambangkan dimensi tragedi Shakespeare. Ini bukan akhir. Ini bahkan bukan awal dari akhir. Tapi itu tidak bisa memiliki akhir yang berbeda," sambungnya.

Perkembangan terakhir terjadi beberapa hari setelah polisi mengumumkan bahwa ada cukup bukti untuk mendakwa Netanyahu karena penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan pada dua kasus terpisah.

Avichai Mandelblit, seorang Jaksa Agung yang ditunjuk Netanyahu, akan membuat keputusan akhir mengenai apakah mengajukan tuntutan, sebuah proses yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan.

Perdana menteri dituduh menerima hadiah mewah dari produser Hollywood Arnon Milchan dan miliarder Australia James Packer. Sebagai imbalannya, polisi mengatakan bahwa Netanyahu telah menggunakan nama Milchan atas masalah visa di Amerika Serikat (AS), membuat keringanan pajak dan menghubungkannya dengan seorang pengusaha India.

Dalam kasus kedua, Netanyahu dituduh menawarkan undang-undang penerbitan surat kabar yang akan melemahkan saingan utama korannya, sebagai imbalan atas liputan yang lebih menguntungkan.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
3 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
5 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
5 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
6 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
7 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved