Pemerintah Malaysia Pasang Iklan Tahun Anjing tapi Gambar Ayam

Senin, 19 Februari 2018 - 14:09 WIB
Pemerintah Malaysia...
Pemerintah Malaysia Pasang Iklan Tahun Anjing tapi Gambar Ayam
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia terpaksa meminta maaf kepada publik setelah memasang iklan ucapan selamat Tahun Baru Imlek di sebuah surat kabar. Musababnya, gambar dalam iklan bukan anjing sebagai simbol tahun ini, melainkan ayam jantan.

Banyak warga yang menafsirkan iklan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk tidak menyinggung perasaan umat Islam yang merupakan mayoritas di negara tersebut.

Iklan satu halaman penuh itu muncul di surat kabar berbahasa Mandarin dan dibayar oleh Kementerian Perdagangan. Iklan itu berisi harapan pada orang-orang di tahun anjing yang sejahtera, tapi gambar menunjukkan seekor ayam jantan yang menggonggong layaknya anjing.

Ledekan dari publik bermunculan di media sosial. Mereka menganggap perasaan pemerintah sedang campur aduk. Banyak pengkritik lain menganggap itu merupakan usaha ceroboh untuk menghindari penggunaan gambar seekor anjing karena hewan itu dianggap najis dalam Islam.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Reuters melaporkan bahwa para pelaku bisnis Malaysia meremehkan simbol anjing agar tidak membuat komunitas Muslim marah. Islam merupakan agama resmi Malaysia, namun sekitar 20 persen penduduk di negara itu beragama Budha dan 10 persen lainnya beragama Kristen.

“Tidak yakin apakah saya ingin tertawa atau menangis melihat iklan CNY oleh @KPDNKK yang menggambarkan seekor ayam jantan menggonggong. Sungguh menyedihkan bagaimana orang berpikir bahwa melihat anjing tercetak akan menghancurkan iman Anda,” kata warga bernama Chee Ching di media sosial dengan nama akun @cheeChingy.

Sebuah artikel di Free Malaysia Today mengatakan;”Hanya di Malaysia yang membuat absurditas seperti seekor ayam jantan China yang menggonggong”.

”Manajer kami kurang terlatih, mungkin memberikan instruksi yang buruk, gagal menerima tanggung jawab, dan menolak pertanggungjawaban,” tulis seorang kolumnis, Mariam Mokhtar, yang dikutip Senin (19/2/2018).

Kementerian Perdagangan menyalahkan iklan itu karena “kesalahan teknis”.

”Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan,” kata juru bicara kementerian tersebut, Luqman Hakim Abd Malik. Namun, dia tidak secara tepat menjelaskan bagaimana kesalahan teknis yang dimaksud.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Jadi Target Rudal dan...
Jadi Target Rudal dan Drone Iran, Bahrain dan Kuwait Siaga Penuh
38 menit yang lalu
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
1 jam yang lalu
Drone dan Rudal Merusak...
Drone dan Rudal Merusak Bandara Kuwait, Beberapa Orang Terluka, Penerbangan Terganggu
1 jam yang lalu
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
2 jam yang lalu
AS Ketar-ketir saat...
AS Ketar-ketir saat Mojtaba Makin Tunjukkan Kekuasaannya di Iran, Ini 4 Faktanya
2 jam yang lalu
Media Iran Tayangkan...
Media Iran Tayangkan Video Serangan terhadap Pasukan AS, Harga Minyak Bergejolak
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved