Trump Akhiri Penutupan Pemerintah AS Kedua dalam Tiga Minggu

Sabtu, 10 Februari 2018 - 10:40 WIB
Trump Akhiri Penutupan...
Trump Akhiri Penutupan Pemerintah AS Kedua dalam Tiga Minggu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani rancangan undang-undang pengeluaran sementara dan mengakhiri penutupan pemerintah yang berjalan singkat. Penutupan pemerintah AS itu adalah yang kedua dalam tiga minggu.

"Baru saja menandatangani undang-undang. Sekarang militer kita akan lebih kuat dari sebelumnya. Kita cinta dan membutuhkan militer kita dan memberi mereka segalanya - dan lebih, pertama kali ini terjadi dalam waktu yang lama, juga berarti KERJA, KERJA, KERJA!" cuit Trump di akun Twitternya.

"Tanpa lebih banyak anggota Partai Republik di Kongres, kita dipaksa untuk meningkatkan pengeluaran untuk hal-hal yang tidak kita sukai atau inginkan pada akhirnya, setelah bertahun-tahun menipis, mengurus militer kita. Sayangnya, kita memerlukan beberapa suara untuk pemilihan. Lebih banyak anggota Partai Republik pada Pemilu 2018!" imbuhnya seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (10/2/2018).

Sebelumnya, pemerintah AS tutup setelah Senat gagal melakukan pemungutan suara terkait rancangan kesepakatan belanja bipartisan dan anggaran. Pasalnya, seorang senator dari Partai Republik mengajukan protes atas anggaran tersebut.

Senator Rand Paul mengemukakan kekhawatirannya tentang utang AS dan berulang kali memblokir pemungutan suara terhadap RUU tersebut.

Baca juga:
Senat Gagal Voting, Pemerintah AS Kembali Tutup


Dua jam kemudian, para pemimpin kongres bergegas mengakhiri kebuntuan di tengah malam.

Senator akhirnya memilih 71-28 untuk menyetujui kesepakatan anggaran senilai USD400 miliar, dengan undang-undang tersebut dilayangkan ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan suara lebih lanjut.

RUU tersebut akan menaikkan belanja pertahanan dan domestik hampir USD300 miliar selama dua tahun ke depan.

Tanpa rencana untuk pemotongan pengeluaran lainnya atau penerimaan pajak baru, pengeluaran tambahan itu akan dibiayai dengan uang pinjaman - sesuatu yang ditolak oleh Demokrat dan Republik di Dewan Perwakilan Rakyat.

Empat jam setelah diberi lampu hijau oleh senator, undang-undang tersebut disetujui di majelis rendah, dengan dukungan 240 suara berbanding 186.

Gedung Putih sendiri sebelumnya memberi sinyal optimismenya bahwa penutupan itu akan berjalan singkat, menyebutnya sebagai "interval".

Pemerintah federal AS sendiri baru tiga minggu yang lalu mengalami kegagalan yang sama. Kebuntuan untuk menyetujui anggaran baru pada bulan Januari mengakibatkan pemerintah AS melakukan penutupan selama tiga hari, dengan sejumlah badan federal di seluruh Amerika tidak dapat melanjutkan operasinya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
2 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
3 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
5 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved