Senat Gagal Voting, Pemerintah AS Kembali Tutup

Jum'at, 09 Februari 2018 - 14:30 WIB
Senat Gagal Voting,...
Senat Gagal Voting, Pemerintah AS Kembali Tutup
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali harus tutup untuk keduan kalinya dalam rentang tiga minggu terakhir. Hal ini dipicu oleh pemblokiran pemungutan suara terkait kesepakatan belanja bipartisan dan anggaran oleh seorang senator.

Penutupan tak terelakkan setelah Senator Republik Rand Pauk berulang kali menunda memberikan suara pada rencana anggaran, yang telah dikombinasikan dengan ukuran pengeluaran pemerintah selama enam minggu.

Paul berusaha meminta pemungutan suara untuk mengembalikan pengeluaran yang meningkat dan menolak mempercepat segalanya saat permintaannya ditolak.

"Saya mencalonkan diri karena saya sangat kritis terhadap defisit anggara AS yang mencapai triliunan dolar," kata senator Kentucky.

"Sekarang Republik bergandengan tangan dengan Demokrat yang menawarkan defisit triliunan dolar AS. Jujur, saya tidak bisa melihat ke arah lain," imbuhnya seperti dikutip dari ITV, Jumat (9/2/2018).

Sementara otoritas pemerintah AS mengeluarkan sejumlah uang akan berakhir pada tengah malam, sepertinya tidak banyak berefek. Personel penting akan tetap bekerja, dan tampaknya mungkin - jika tidak memungkinkan - tindakan tersebut dapat melewati Senat dan DPR sebelum sebagian besar pegawai federal melapor untuk bekerja.

"Jika tindakan tersebut lolos pada dini hari, pemerintah akan buka di pagi hari sesuai jadwal," kata John Czwartacki, juru bicara Kantor Manajemen dan Anggaran, badan yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan setiap penghentian.

Di Gedung Putih, tampaknya ada sedikit kekhawatiran. Para ajudan telah menutupnya pada awal malam, tanpa memberikan komentar. Sementara Presiden Trump belum mentweet apapun.

Beberapa jam sebelumnya, para pemimpin telah optimis bahwa kesepakatan anggaran adalah tanda yang telah mereka tinggalkan atas beberapa disfungsi kronis mereka.

Sebelumnya senat Demokrat memicu penutupan pemerintah selama tiga hari pada bulan. Tagihan pengeluaran dan bantuan untuk para imigran menjadi dua hal yang diperjuangkan oleh Demokrat saat itu.

Kali ini giliran Partai Republik sendiri yang memicunya. Paul menepis permintaan dari rekan-rekannya yang menyebut rencana anggaran tersebut sebagai tindakan darurat yang dibutuhkan untuk militer yang telah kehabisan tenaga.

"Kami secara efektif akan menutup pemerintah federal tanpa alasan yang bagus," kata Senator John Cornyn, karena permintaannya untuk pemungutan suara berulang kali ditolak oleh Paul.

Paul yang tidak terpengaruh, mengatakan: "Saya tidak datang ke sini untuk menjadi bagian dari klub seseorang, saya tidak datang kesini untuk disukai."
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
25 menit yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
1 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
2 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
2 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
4 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved