AS Tetapkan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sebagai Teroris

Kamis, 01 Februari 2018 - 00:46 WIB
AS Tetapkan Pemimpin...
AS Tetapkan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sebagai Teroris
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah menjadikan Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok Islam Palestina Hamas, sebagai seorang teroris.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Haniyeh, bersama dua kelompok Islam yang aktif di Mesir dan satu di wilayah Palestina, terdaftar sebagai teroris global yang ditunjuk secara khusus.

"Penetapan ini peruntukannya menargetkan kelompok dan pemimpin kunci teroris - termasuk dua yang disponsori dan disutradarai oleh Iran - yang mengancam stabilitas Timur Tengah, merongrong proses perdamaian, dan menyerang sekutu kita Mesir dan Israel," bunyi pernyataan itu mengutip Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson seperti dilansir dari Reuters, Kamis (1/2/2018).

Tiga kelompok yang ditetapkan sebagai teroris dalam keputusan tersebut adalah Harakat al-Sabireen, yang menurut pernyataan tersebut didukung oleh Iran, beroperasi di Gaza dan Tepi Barat, serta menembakkan roket ke Israel.

Selain itu adalah kelompok Liwa al-Thawra. Kelompok ini telah mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan seorang jenderal militer Mesir di Kairo pada tahun 2016 dan sebuah pemboman pada tahun 2017.

AS juga menetapkan kelompok Harakat Sawa'd Misr (HASM), yang bertanggung jawab atas pembunuhan seorang perwira keamanan Mesir dan serangan lainnya.

Dengan adanya keputusan ini, Haniyeh dan tiga kelompok tersebut tidak dapat mengakses sistem keuangan AS.

Sementara itu di Gaza, pejabat Hamas Sami Abu Zuhri, menolak keputusan dan mengutuk keputusan tersebut.

"Kami menolak dan mengutuk keputusan tersebut dan kami melihatnya sebagai cerminan dominasi sekelompok Zionis atas keputusan Amerika," ujarnya.

"Keputusan tersebut tidak berharga," tambahnya.

Hamas, yang mendominasi Jalur Gaza, menyerukan penghancuran Israel dan ditunjuk sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lainnya.

Pada bulan Desember, setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Haniyeh mengatakan pada sebuah demonstrasi di Gaza yang menandai ulang tahun ke-30 pendirian Hamas: "Kami akan merobohkan keputusan Trump. Tidak ada adikuasa yang mampu menawarkan Yerusalem kepada Israel, tidak ada Israel yang memiliki ibu kota bernama Yerusalem."

Baca juga:
Hamas Bersumpah Runtuhkan Pengakuan AS Terhadap Yerusalem
(ian)
Berita Terkait
Massa Aksi Solidaritas...
Massa Aksi Solidaritas Palestina Segel Kedubes Amerika Serikat
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Profil Angelina Jolie,...
Profil Angelina Jolie, Artis Amerika Serikat yang Mendukung Palestina
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
2 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
4 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
5 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
9 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
10 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
11 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved