Terkait Undang-undang Holocaust, Israel Panggil Perwakilan Polandia

Senin, 29 Januari 2018 - 16:27 WIB
Terkait Undang-undang...
Terkait Undang-undang Holocaust, Israel Panggil Perwakilan Polandia
A A A
TEL AVIV - Kementerian Luar Negeri Israel dilaporkan telah memanggil Piotr Kozlowski, kuasa usaha Kedutaan Besar Polandia di Tel Aviv. Pemanggilan Kozlowski terkait dengan sebuah undang-undang terkait holocaust yang telah disetujui oleh anggota Parlemen, pekan lalu.

Kemlu Israel menyatakan, pemanggilan Kozlowski untuk meminta penjelasan mengenai undang-undang yang melarang mengaitkan Polandia dengan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Nazi Jerman di wilayahnya.
"Penolakan Israel terhadap kata-kata undang-udang tersebut diungkapkan kepadanya. Waktu munculnya undang-undang itu, menjelang Peringatan Hari Holocaust Internasional sangat mengejutkan dan tidak menguntungkan," kata Kemlu Israel.
"Undang-undang tersebut tidak akan membantu lebih jauh pemaparan kebenaran sejarah dan dapat membahayakan kebebasan riset, serta mencegah diskusi tentang pesan sejarah dan warisan Perang Dunia II," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (29/1).
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Warsawa berusaha mendistorsi fakta dan menolak sejarah. "Kami tidak memiliki toleransi terhadap distorsi kebenaran dan penulisan ulang sejarah atau menolak Holocaust," katanya.
Sementara itu, pemerintah Polandia mengatakan bahwa undang-undang tersebut tidak bertujuan untuk membatasi kebebasan untuk melakukan penelitian atau mendiskusikan Holocaust, atau untuk membatasi kebebasan aktivitas artistik yang terkait dengan masalah tersebut.
Polandia sendiri telah berjuang bertahun-tahun melawan penggunaan ungkapan seperti "kamp kematian Polandia", yang menunjukkan bahwa negara bagian Polandia setidaknya bertanggung jawab atas kamp-kamp di mana jutaan orang, kebanyakan orang Yahudi, dibunuh oleh Nazi Jerman. Kamp dibangun dan dioperasikan oleh Nazi setelah mereka menginvasi Polandia pada tahun 1939.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
46 menit yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
3 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
3 jam yang lalu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
4 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved