Raja Yordania Sebut Arab Saudi Batasi Aksi Iran di Timur Tengah

Jum'at, 26 Januari 2018 - 16:28 WIB
Raja Yordania Sebut...
Raja Yordania Sebut Arab Saudi Batasi Aksi Iran di Timur Tengah
A A A
DAVOS - Raja Yordania, Abdullah II, mengatakan bahwa Arab Saudi memiliki peran positif di Timur Tengah. Saudi, kata Abdullah, sedang menggambar "garis merah" atau garis batas untuk kegiatan mengkhawatirkan yang dilakukan oleh Iran.

Dalam sebuah sesi diskusi dengan Fareed Zakaria dari CNN dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Raja Abdullah menekankan bahwa Raja Salman bin Abdulaziz memimpin peran proaktif Saudi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah.

Mengenai campur tangan Iran dalam urusan Arab, dia mengatakan: "Kebijakan Saudi mengatakan: garis merah ada di sini."

Raja Abdullah menunjuk campur tangan Teheran di sejumlah negara Arab, memperingatkan eksploitasi milisi dan penggunaan agama dalam konflik regional.

Ia menambahkan bahwa Arab Saudi bukanlah satu-satunya negara yang peduli dengan aktivitas destabilisasi Iran, namun juga semua negara bagian di kawasan ini.

"Terutama setelah kami melihat dampak dari kebijakan ini di Suriah, Irak, Yaman dan Lebanon," cetusnya seperti dikutip dari Ashraq al-Aqwsat, Jumat (26/1/2018).

Raja Yordania mengatakan bahwa ia tidak percaya bahwa Iran akan mengubah kebijakan luar negerinya, yang diadopsi beberapa dekade yang lalu.

"Kami percaya di Yordania bahwa dialog adalah cara terbaik untuk memecahkan masalah, namun kebijakan Iran menimbulkan tantangan besar di Suriah, Lebanon dan Yaman," katanya, menekankan keprihatinannya tentang masa depan Lebanon, yang telah menderita secara signifikan selama dekade masa lalu.

"Kami tidak ingin tren Iran ini menciptakan masalah baru di Lebanon," katanya.

Di Yerusalem, Raja Jordania mengatakan bahwa orang-orang Palestina tidak lagi melihat Amerika Serikat (AS) sebagai mediator yang adil setelah Washington mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan untuk memindahkan kedutaannya ke sana.

Dalam hal ini, dia mengulangi komitmennya untuk menyelesaikan masalah Yerusalem dalam kerangka solusi komprehensif antara Israel dan Palestina.

"Hambatan saat ini adalah, karena frustrasi yang luar biasa; Orang-orang Palestina tidak merasa Amerika Serikat adalah mediator yang jujur, tapi pada saat bersamaan, mereka menjangkau orang-orang Eropa, dan saya pikir, bagi saya, itu adalah sinyal bahwa mereka memang menginginkan perdamaian," kata Raja Abdullah.

"Kami tidak dapat memiliki proses perdamaian tanpa peran Amerika Serikat," katanya, menambahkan, "Kami tidak tahu apa rencana AS."

Raja Abdullah menggarisbawahi pentingnya Yerusalem bagi semua agama dan peran utamanya di kalangan umat Islam, Kristen dan Yahudi. Dia menunjukkan bahwa Yerusalem harus dipandang sebagai "kota harapan" yang membawa orang bersama-sama.
(ian)
Berita Terkait
Arab Saudi Akui Bela...
Arab Saudi Akui Bela Israel dari Serangan Iran
Iran Beri Peringatan...
Iran Beri Peringatan Rahasia pada Para Sekutu AS, Termasuk Yordania dan Arab Saudi
Arab Saudi Kecam Serangan...
Arab Saudi Kecam Serangan Drone Tewaskan 3 Tentara AS di Yordania, Sebut Aksi Teroris
Arab Saudi dan Yordania...
Arab Saudi dan Yordania Larang Wilayah Udaranya Dipakai, Bagaimana Cara Iran Serang Israel?
Negara-negara Arab Tegaskan...
Negara-negara Arab Tegaskan Dukungan pada Raja Yordania
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Yordania Justru Membantu Israel dalam Perang dengan Iran?
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
51 menit yang lalu
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
8 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
9 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
11 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
12 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved