Soros: Gara-gara Korut, Trump Dapat Hancurkan Peradaban Dunia

Jum'at, 26 Januari 2018 - 10:34 WIB
Soros: Gara-gara Korut,...
Soros: Gara-gara Korut, Trump Dapat Hancurkan Peradaban Dunia
A A A
DAVOS - Miliarder George Soros dalam sebuah pidato di World Economic Forum di Davos, Swiss, menyalahkan Presiden Donald Trump dan kepemimpinannya. Ia mengatakan pemerintahan Trump adalah bahaya bagi dunia.

Pemimpin Soros Fund Management and Open Society Foundation itu menyebutkan saat ini drama tengah berlangsung antara Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS). Soros mengatakan bahwa penanganan Trump terhadap situasi di Semenanjung Korea membawa AS menuju perang nuklir, karena ia tidak mau menerima Korut sebagai negara nuklir baru.

Menurut Soros tindakan AS terhadap negara kecil di Timur Jauh itu menciptakan insentif yang kuat bagi Korut untuk mengembangkan kapasitas nuklirnya dengan segala kemungkinan kecepatannya. Perkembangan pesat semacam itu dapat mendorong AS untuk menggunakan keunggulan nuklirnya secara preemptif, yang berlaku untuk memulai perang nuklir menjadi mencegah perang nuklir.

Soros menyebut langkah oleh AS ini adalah sebuah "strategi kontradiksi diri". Namun, Soros tidak hanya berhenti sampai pada bahaya yang ditimbulkan kepresidenan Trump.

"Bukan hanya kelangsungan hidup masyarakat terbuka namun kelangsungan hidup seluruh peradaban kita dipertaruhkan," katanya.

"Munculnya kepemimpinan seperti Kim Jong-un di Korea Utara dan Donald Trump di Amerika Serikat sangat berkaitan dengan ini," imbuhnya seperti dikutip Russia Today dari CNBC, Jumat (26/1/2018).

Soros bahkan memberikan nasehatnya tentang bagaimana menggagalkan perang nuklir dengan menyarankan pendekatan “carrot and stick”, di mana Korut mendapat ganjaran dari AS karena terus mengembangkan senjata nuklirnya lebih jauh dari yang dimilikinya.

Soros juga memperkirakan bahwa tugas Trump di Gedung Putih mungkin tidak berlangsung lama. "Jelas saya menganggap pemerintahan Trump berbahaya bagi dunia," kata Soros.

"Tapi saya menganggapnya sebagai fenomena sementara yang akan hilang pada 2020 atau bahkan lebih cepat lagi," cetusnya.

Lebih jauh, miliarder tersebut mengatakan bahwa ia mengharapkan kemenangan "tanah longsor" Demokrat pada pemilihan paruh waktu 2018.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Pakar: Janji Trump Capai...
Pakar: Janji Trump Capai Kesepakatan dengan Korut Jika Kembali Terpilih Sulit Tercapai
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Trump: Rusia, China,...
Trump: Rusia, China, dan Korea Utara Berkonspirasi Melawan AS
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 menit yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
58 menit yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
1 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
3 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Top Skor Sementara...
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved